Selain eskalasi perang, tekanan bagi pasar Asia datang dari kembali terapresiasinya dolar AS, dengan indeks dolar AS terhadap enam mata uang kembali bertahan di kisaran 100,15. Pasar kini kembali memperhitungkan kemungkinan suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi untuk waktu yang lama.
Setelah The Fed kemarin menahan suku bunga, yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi dalam 19 tahun. Kenaikan yield ini semakin memperkuat daya tarik aset dolar AS dan membuat investor asing melepas kepemilikan aset di pasar negara berkembang.
Dari Korea Selatan, misalnya, investor asing menjual obligasi senilai US$295,8 juta. Begitu juga dengan India, investor melepas kepemilikan obligasinya senilai US$33,9 juta. Sementara di Thailand, investor melepas obligasi senilai US$85,8 juta.
Meski demikian, ada perkembangan positif dari Timur Tengah yang melaporkan bahwa aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan adanya perbaikan. Hal ini meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global. Namun, pasar masih tetap berhati-hati karena konflik belum sepenuhnya menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dari dalam negeri, pelaku pasar akan tetap mencermati langkah Bank Indonesia (BI) dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pasar akan menilai efektivitas langkah tersebut, meski tetap hasilnya akan sangat bergantung pada tensi dan tekanan global.
Rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Rp18.050 hingga Rp18.100/US$. Jika tekanan dan volatilitas harga minyak kembali terjadi lantaran konflik Timur Tengah kian panas, rupiah berpotensi bergerak ke arah Rp18.170/US$.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, nilai tukar rupiah masih ada risiko melemah meski sepertinya relatif terbatas. Support terdekat menuju level Rp18.100/US$, dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp18.120/US$.
Apabila kembali jebol kedua support tersebut, maka mata uang Ibu Pertiwi berpotensi melemah lebih lanjut menuju level Rp18.170/US$ sebagai support terkuatnya dalam perspektif harian (daily time frame).
Jika rupiah mampu menguat hari ini dengan volume kuat, maka level yang menarik dicermati adalah Rp18.050/US$ dan selanjutnya menuju Rp18.000/US$. Resisten lanjutan ada di Rp17.900/US$.
(riset/aji)































