Logo Bloomberg Technoz

El Niño yang memicu suhu lebih panas itu juga terjadi di tengah kemungkinan percepatan pemanasan global yang hingga kini masih berusaha dipahami oleh para ilmuwan.

Musim panas tahun ini telah memicu rekor suhu tertinggi serta kebakaran hutan hebat di Eropa. Selain mendorong kenaikan suhu, El Niño yang terus menguat diperkirakan akan memperparah kekeringan dan menekan produksi pangan di sejumlah wilayah dunia.

Gagasan awal bahwa kenaikan suhu 2 derajat Celsius merupakan batas atas yang masih dapat dikelola untuk mengendalikan perubahan iklim telah muncul sejak pertengahan 1970-an. Empat dekade kemudian, hampir 200 negara dalam Perjanjian Paris sepakat menjadikan angka tersebut sebagai target pembatasan perubahan iklim, sembari berupaya menjaga pemanasan global tetap di bawah 1,5 derajat Celsius sebagai rata-rata jangka panjang selama sekitar 20 tahun.

Namun, menurut Copernicus Climate Change Service milik Uni Eropa, dunia berpotensi melampaui target yang lebih ambisius tersebut pada akhir dekade ini.

El Niño and Climate Change Are Teaming Up. (Sumber: Barkeley Earth)

"Model iklim sangat akurat dalam memproyeksikan kenaikan suhu jangka panjang, tetapi memang tidak dirancang untuk memprediksi secara tepat urutan variasi suhu dari tahun ke tahun, bahkan dari dekade ke dekade," kata Kate Marvel, ilmuwan iklim sekaligus penulis buku Human Nature: Nine Ways to Feel About Our Changing Planet.

"Dua tahun terakhir mencatat suhu yang luar biasa panas. Dugaan saya, kita membersihkan polusi (dari aerosol yang memiliki efek mendinginkan) lebih cepat dari perkiraan—'kita' di sini terutama adalah China saat ini—sehingga dampak pemanasan yang disebabkan oleh gas rumah kaca menjadi semakin terlihat. Hal itu menjelaskan banyak hal, meski belum sepenuhnya menjelaskan seluruh perbedaannya."

Melampaui ambang pemanasan 2 derajat Celsius selama satu bulan, atau 1,5 derajat Celsius dalam waktu yang dapat diperkirakan ke depan, mungkin lebih bersifat simbolis. Namun, sebagaimana disimpulkan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB dalam laporan peninjauan terbarunya, setiap tambahan kenaikan suhu akan mengubah pola temperatur, curah hujan, dan kelembapan tanah.

"Melampaui ambang batas itu penting, karena dalam waktu dekat kita akan mulai mengukur berapa banyak bulan dalam setahun suhu melampaui batas tersebut," kata Kirtman. "Suhu rata-rata global tampaknya tidak meningkat secara mulus atau bertahap."

(bbn)

No more pages