Logo Bloomberg Technoz

Di Spanyol, Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska mengatakan "perkembangan kebakaran menunjukkan tren positif, tetapi berlangsung lambat."

Suhu diperkirakan kembali meningkat pada Senin di wilayah tengah Spanyol dan mulai Selasa di Prancis. Pejabat di kedua negara menyebut kebakaran tersebut begitu besar hingga mampu menciptakan iklim mikro sendiri.

Di wilayah tengah Spanyol, kebakaran terbesar telah melalap sekitar 77.000 hektare lahan yang berada sekitar 50 hingga 100 kilometer di selatan dan barat Madrid. Kebakaran besar lainnya terjadi sekitar 50 kilometer di utara Kota Valencia.

Salah satu kebakaran di luar Madrid, tepatnya di Provinsi Ávila, telah menghanguskan sekitar 50.000 hektare lahan. Menurut Menteri Lingkungan Hidup Spanyol Sara Aagesen, kebakaran itu menjadi yang terbesar dalam sejarah pencatatan kebakaran hutan di Spanyol. Sebagian besar lahan yang terbakar merupakan kawasan perbukitan berhutan, sedangkan wilayah yang terdampak di selatan Madrid didominasi semak belukar dan lahan pertanian.

Sebanyak 41 ruas jalan raya di Spanyol ditutup, sementara sekitar 60.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka dalam beberapa hari terakhir. Sekitar 30.000 warga lainnya diperintahkan tetap berada di rumah, sebagian untuk memastikan akses jalan tetap terbuka bagi petugas pemadam kebakaran dan personel militer. Satuan militer khusus yang menangani bencana alam juga telah mengerahkan 1.500 prajurit.

Kebakaran di Spanyol dipicu kombinasi berbagai faktor cuaca. Negara itu mengalami tiga gelombang panas antara Juni hingga pertengahan Juli yang mengurangi kelembapan tanah, ditambah vegetasi yang tumbuh lebih lebat dari biasanya setelah musim dingin yang lebih basah. Penyebab serupa juga disebut menjadi faktor utama kebakaran di Prancis.

Para ahli cuaca menyatakan gelombang panas kini datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dibandingkan sebelumnya akibat perubahan iklim. Tahun lalu menjadi tahun terburuk bagi kebakaran hutan di Eropa, dengan lebih dari satu juta hektare lahan terbakar.

Untuk mencegah kebakaran berskala serupa di masa mendatang, upaya pencegahan dan pengelolaan kawasan hutan di Spanyol perlu ditingkatkan secara signifikan, kata Victor de Resco de Dios, profesor di University of Lleida. Ia memperkirakan pekerjaan tersebut membutuhkan biaya sekitar €3 miliar atau sekitar US$3,4 miliar per tahun.

Di sejumlah desa di wilayah Madrid dan Ávila, besarnya kerusakan mulai terlihat. Di sebuah area perkemahan di tepi Waduk Pelayos, yang tersisa hanya rangka-rangka logam tenda yang berdiri di antara deretan batang pohon hangus yang kehilangan seluruh daunnya akibat kebakaran. Asap kebakaran juga menurunkan kualitas udara di banyak kawasan permukiman di Madrid sepanjang akhir pekan.

(bbn)

No more pages