“Kami memperkirakan pergantian kepemimpinan ini dapat memicu ketidakpastian jangka pendek di pasar,” sebut Andrey.
Namun demikian, penunjukan Destry Damayanti seharusnya mampu memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan akan tetap berlanjut.
Turut jadi perhatian penting, perhatian investor akan tertuju pada proses penunjukan Gubernur BI yang definitif. Transisi kepemimpinan yang berjalan mulus serta tetap menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral akan membantu meminimalkan dampak terhadap pasar keuangan.
“Sebaliknya, apabila muncul indikasi perubahan signifikan dalam arah kebijakan moneter atau berkurangnya independensi bank sentral, hal tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas rupiah, pasar obligasi pemerintah, dan saham-saham sektor perbankan,” tutup Andrey.
Senada, Mirae Asset Sekuritas Indonesia Research memaparkan sentimen dari MH Thamrin berpotensi menekan pasar saham, dan dinilai bakal terjadi aksi jual yang cukup tajam, terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun diperkirakan akan meningkat, yang pada akhirnya mendorong kenaikan tingkat suku bunga bebas risiko (risk-free rate).
“Ke depan, kami masih memperkirakan satu kali lagi kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6%. Namun demikian, arah kebijakan moneter berpotensi menjadi lebih pro-pertumbuhan (pro-growth), yang pada akhirnya dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas makroekonomi,” terang riset Mirae Asset.
Dalam riset terpisah BRI Danareksa Sekuritas menuturkan, pelemahan IHSG turut dipicu aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar di tengah meningkatnya sentimen risk-off global.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 6.137 dan resistance 6.268,” tulis riset BRI Danareksa.
Selama mampu bertahan di atas area support, peluang rebound masih terbuka. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter global.
Namun, rasanya pasar akan tertahan akibat pergantian kepemimpinan BI, terutama terkait arah kebijakan moneter, stabilitas rupiah, dan keputusan suku bunga BI Rate ke depan.
Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BULL, MMIX, dan SIMP.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut, selain mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi global, investor akan mencermati laporan keuangan kuartal II–2026 dan aksi korporasi emiten.
“IHSG masih berpotensi melemah untuk menguji level 6.000–6.100, terutama didukung sejumlah sentimen negatif termasuk konflik AS-Iran yang memanas, harga minyak yang kembali menguat, serta tarif tambahan dari AS,” sebut analisis Phintraco.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBCA, TPIA, BULL, AKRA, TOWR, dan BRIS.
(fad/aji)




























