Logo Bloomberg Technoz

RATU lewat PT Raharja Energi Madura (REM) mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD) yang sebelumnya memegang 20% PI Madura Strait PSC.

Akuisisi bagian ekonomi Madura Strait PSC itu menelan dana sekitar US$141,21 juta. Hitung-hitungan itu berasal dari akuisisi saham SMSD US$62,51 juta, shareholder loan agreement bagian dari perjanjian novasi sekitar US$59,2 juta dan klausul contingent payment maksimal US$19,5 juta.

PT Raharja Energi Madura (REM) mengikat perjanjian kredit bilateral dengan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan jumlah pokok sebesar US$109,2 juta. Fasilitas pinajaman ini kemudian disalurkan untuk membiayai akuisisi seluruh saham SMSD dan perjanjian novasi tersebut.

“[Madura Strait] ini akan berkontribusi sejak 1 Januari 2026, sehingga akan menambah net income ke RATU full year 2026 estimasi sekitar US$10 juta-US$15 juta,” kata Adrian dalam siniar bersama Samuel Sekuritas. 

Sebelumnya, RATU turut menyelesaikan akuisisi 5% PI wilayah kerja (WK) Kasuri lewat lengan investasinya  PT Raharja Energi Negeri (PT REN). Nilai akuisisi 5% hak partisipasi Blok Kasuri itu mencapai US$9,64 juta.

Adapun, Blok Kasuri dioperasikan oleh Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL) afiliasi bisnis Genting Group yang dikendalikan taipan dan pengusaha resor judi asal Malaysia, Lim Kok Thay.

Pengembangan blok gas ini ditaksir menelan investasi hingga US$3,37 miliar atau setara sekitar Rp52,5 triliun. Pemerintah menetapkan proyek ladang gas di Papua Barat ini menjadi proyek strategis nasional atau PSN pada awal 2024 lalu.

SKK Migas mencatat Blok Kasuri menyimpan cadangan gas hingga 2,24 trillion standard cubic feet (TSCF). Selepas persetujuan rencana pengembangan (PoD) I pada 2023, puncak produksi gas dari Blok Kasuri diperkirakan mencapai 330 MMScfd.

Sejumlah pembeli gas potensial dari lapangan ini di antaranya PT Pupuk Kaltim, PT Perusahaana Listrik Negara (Persero) atau PLN dan afiliasi Genting Oil, PT Layar Nusantara Gas.

Perusahaan yang disebut terakhir, PT Layar Nusantara Gas akan menjadi kendaraan Genting Oil untuk mengangkut gas dari Blok Kasuri lewat fasilitas floating liquified natural gas (FLNG).

Pada perusahaan ini, induk RATU PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengambil alih 5% saham dengan transaksi mencapai US$38,57 juta.

RAJA telah melakukan pembayaran deposit kepada Genting Berhad pada 8 Mei 2026 ihwal akuisisi PT Layar Nusantara Gas.

Ekspansi RATU

Seiring dengan penjajakan right issue, manajemen RATU tengah membidik akuisisi blok migas anyar beberapa tahun mendatang. Sejumlah aset migas di luar negeri ikut masuk dalam pantauan. Beberapa aset di antaranya berada di Malaysia, Thailand, Irak, Turki, Australia sampai Amerika Serikat.

Negosiasi sejumlah aset potensial itu masih berlanjut di tengah kondisi harga minyak yang tersulut akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

Sejumlah seller mengindikasikan harga minyak berada di level sekitar US$100 per barel. “Menurut saya, decent price-nya di US$60-US$70 per barel seperti yang kemarin,” kata Adrian.

Saat ini, RATU telah ambil bagian dalam pengelolaan Blok Cepu yang dioperasikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). RATU menghimpit PI 2,24% Blok Cepu lewat kepemilikan di PT Petrogas Jatim Utama Cendana.

Selain itu, RATU turut ambil bagian pada Blok Jabung yang dioperasikan PT Petrochina International Jabung Ltd. RATU menghimpit 8% PI di Blok Jabung.

Selepas melantai di bursa pada Januari 2025, saham RATU telah menguat 343,48% ke level Rp5.100 per saham sampai perdagangan pagi ini, Rabu (22/7/2026).

RATU diperdagangkan pada valuasi 52,27 kali laba atau price-to-earnings dalam satu tahun terakhir (TTM), dengan price to book value (PBV) saat ini 15,16 kali.

Rasio valuasi yang relatif premium jika dibandingkan dengan peers seperti PT Medco Energi International Tbk (MEDC) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

MEDC dan ENRG masing-masing dihargai pada valuasi 13,07 kali dan 25,86 kali. Adapun, PBV MEDC dan ENRG masing-masing di kisaran 0,88 kali dan 2,54 kali.

Kendati demikian, Henan Sekuritas memproyeksikan laba bersih RATU tahun ini dapat bergerak ke level US$32,7 juta, ditopang dengan pendapatan sekitar US$51,9 juta dan adjusted EBITDA sekitar US$52,6 juta.

“Kinerja keuangan RATU sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas sumur pengeboran yang dikelola oleh operator wilayah kerja migas,” dikutip dari riset Henan.

Di sisi lain, Samuel Sekuritas membeberkan manajemen RATU merencanakan tujuh rencana akuisisi dalam pipeline untuk tiga tahun ke depan, dengan dua akuisisi sebelumnya sudah terselesaikan — Madura Strait dan Blok Kasuri.

Tujuh rencana akuisisi itu diperkirakan menelan investasi antara US$10 juta hingga US$150 juta per akuisisi.

“Dalam jangka menengah 3-5 tahun, RATU berencana beralih ke investasi operating, dengan menargetkan PSC berkapasitas produksi lebih kecil sebagai langkah awal untuk membangun kapabilitas operasional secara langsung,” dikutip dari riset Samuel Sekuritas.

(naw)

No more pages