Logo Bloomberg Technoz

“Pandangan kami, harga akan berada di kisaran US$80 hingga US$90, tergantung dinamika alur berita,” ujar Jay Hatfield, Chief Executive Officer Infrastructure Capital Management LLC. “Jika Laut Merah benar-benar ditutup, itu adalah ancaman nyata. Kita belum melihat hal itu terjadi. Namun jika terjadi, harga bisa meroket melampaui US$100.”

Ancaman Houthi terhadap lalu lintas maritim Arab Saudi mulai menunjukkan dampaknya. Beberapa kapal tanker terlihat melambat dan berhenti sejenak saat mendekati perairan Yaman, sementara kapal-kapal lain yang mengangkut minyak dari Arab Saudi berbalik arah menuju Terusan Suez. Kendati demikian, sejumlah armada kapal lainnya tetap melanjutkan pelayaran menuju area tersebut.

Laut Merah menjadi rute ekspor yang sangat krusial bagi Arab Saudi selama perang berlangsung, memungkinkan kerajaan tersebut mengalihkan sebagian aliran minyak melalui pipa untuk menghindari Selat Hormuz. Arus lalu lintas kapal komersial yang terpantau melintasi jalur perairan sempit di dekat Iran tersebut kini turun ke level terendah dalam tiga minggu terakhir.

Harga minyak:

  • WTI untuk pengiriman September naik 0,4 persen menjadi US$84,71 per barel pada pukul 07.00 waktu Singapura.
  • Brent untuk pengiriman September ditutup menguat 2 persen menjadi US$91,01 per barel pada Selasa.

(bbn)

No more pages