Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah Teheran membantah klaim AS yang menyebut pihaknya tengah mengupayakan ruang dialog tambahan. Para mediator kini berupaya menghidupkan kembali kesepakatan damai sementara tertanggal 17 Juni. Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni terpantau berada di Pakistan pada hari Selasa, namun belum ada laporan mengenai titik terang perundingan.

Harga minyak melonjak sekitar 20% sepanjang bulan Juli setelah eskalasi pertempuran kembali pecah dalam perang yang telah berlangsung hampir lima bulan—bermula saat AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari. Minyak mentah jenis Brent diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada hari Selasa di kisaran US$90 per barel.

Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi telah menggempur pusat komando militer, lokasi peluncuran, dan sistem pertahanan udara Iran sepanjang malam. Di sisi lain, Iran menyerang sejumlah fasilitas di Kuwait dan Jordan, dengan pemerintah Kuwait melaporkan bahwa pembangkit listrik dan instalasi desalinasi air termasuk di antara target yang dihantam. Angkatan Laut Inggris juga melaporkan serangan terhadap dua kapal di sekitar Selat Hormuz, di mana lalu lintas kapal komersial di perairan tersebut merosot ke level terendah dalam tiga minggu.

Kelompok Houthi yang didukung Iran pada hari Senin menyatakan akan memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Langkah ini mengancam aliran jutaan barel minyak yang diekspor kerajaan tersebut via Laut Merah. Sebuah pesan dari kelompok yang berbasis di Yaman tersebut kepada para pemilik kapal memperingatkan seluruh armada untuk tidak merapat di pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi, berdasarkan dokumen email yang dilihat oleh Bloomberg, memperjelas skala ancaman yang ada.

Saat ditanya mengenai ancaman serangan Houthi terhadap jalur pelayaran, Trump menjawab singkat, “Jika hal seperti itu terjadi, kami akan membereskannya,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut. AS sebelumnya telah melancarkan kampanye pengeboman selama dua bulan terhadap Houthi tahun lalu, namun arus lalu lintas kapal di Laut Merah belum pulih ke tingkat semula.

Pada hari Selasa, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menegaskan tengah mengambil langkah-langkah untuk melindungi kapal-kapal di area tersebut. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan pihaknya akan mengambil seluruh tindakan yang diperlukan untuk melindungi armada laut sesuai dengan hukum internasional.

Lalu lintas kapal sebelum dan selama perang AS-Iran. (Sumber: Bloomberg)

Sementara itu, harga eceran bensin di AS kembali melonjak menembus angka US$4 per galon, yang berpotensi merugikan Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan umum sela (midterm elections) pada bulan November mendatang.

Merespons pertanyaan wartawan pada hari Selasa, Trump menyebut Iran “kemungkinan” mencoba memengaruhi hasil pemilu melalui serangan-serangannya di Selat Hormuz. Ia juga memberi sinyal bahwa aksi militer lanjutan sangat mungkin terjadi.

“Jika kami pergi besok, kami sudah meraih keberhasilan besar,” kata Trump. “Tetapi kami tidak akan pergi besok.” Ia juga mengulangi ancamannya untuk segera menggempur Pickaxe Mountain, sebuah fasilitas di Iran yang dicurigai AS dan Israel sebagai situs nuklir.

Iran menegaskan akan membalas dengan “serangan dahsyat” terhadap setiap gempuran yang mengincar situs nuklir atau fasilitas sensitif lainnya, tegas komando militer gabungan Iran dalam pernyataan yang dilaporkan media pemerintah IRIB News.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan kepada anggota parlemen bahwa perang tersebut sejauh ini telah menghabiskan biaya sekitar US$37,5 miliar. Pada akhir Mei, pemerintah memperkirakan biayanya mencapai US$29 miliar, angka yang saat itu dinilai terlalu rendah oleh sejumlah pakar. Hegseth hadir di Capitol Hill untuk mengajukan tambahan anggaran pertahanan sebesar US$67 miliar.

Pakistan dan Qatar, yang bertindak sebagai perantara utama dalam konflik ini, menilai kembalinya posisi AS dan Iran seperti sebelum 9 Juli sebagai langkah awal untuk meredakan ketegangan, menurut laporan kantor berita setengah resmi Iranian Students’ News Agency. Putaran pertempuran terbaru memperebutkan kendali atas Selat Hormuz memang meletus pada tanggal tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai laporan Reuters bahwa para mediator mengusulkan gencatan senjata selama 10 hari, seorang pejabat AS menyatakan bahwa Trump saat ini fokus memberi hukuman pada Iran atas serangan terhadap kapal-kapal di selat tersebut. Serangan akan terus berlanjut sampai Trump memilih arah kebijakan berbeda, ujar pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa upaya diplomatik untuk mengakhiri perang tetap berjalan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya tidak akan meninggalkan jalur diplomasi, namun tidak akan bisa dipaksa kembali ke meja perundingan saat berada di bawah serangan militer.

“Tindakan Iran di Selat Hormuz dan Teluk Persia memiliki dampak global dan kami telah menjadi pemain global,” ungkapnya dalam wawancara yang dipublikasikan di saluran Telegram miliknya, menegaskan bagaimana Teheran memandang kendali atas selat tersebut sebagai posisi tawar terhadap AS dan krusial bagi keamanannya.

Sambil menegaskan memiliki hak untuk mengatur lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, Iran terus menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Yordania, Bahrain, dan Irak. Kapal tanker produk minyak Kaifan milik Kuwait Oil Tanker Co menjadi kapal besar terbaru yang diserang di selat tersebut, ketika eskalasi konflik membuat jalur pelayaran itu semakin sepi.

Militer AS mengumumkan tiga personelnya tewas di Irak utara dan Yordania sejak Jumat lalu, sementara satu personel lainnya masih dinyatakan hilang.

Iran menyatakan serangan AS telah menghancurkan sejumlah jembatan, menewaskan lebih dari 50 orang, serta melukai lebih dari 500 orang sejak eskalasi terbaru dimulai.

Pekan lalu, Trump memperingatkan bahwa AS akan meningkatkan intensitas serangan udara dan memperluas daftar sasaran hingga Iran menghentikan perlawanannya.

(bbn)

No more pages