“Jadi ada kesalahan data atau indikator yang kita pakai oleh KSSK selama ini. Saya sudah minta tim KSSK perbaiki itu, tapi rupanya masih belum dapat,” ujarnya Rabu (15/7/2026).
Kala itu, Purbaya mengaku hanya memercayai data M0 dari BI sebagai satu-satunya tolok ukur pasokan uang yang valid. Sebagai respons atas seretnya likuiditas, pemerintah akhirnya menempatkan dana jumbo di bank-bank milik negara (Himbara) yang totalnya kini mencapai Rp381 triliun.
Dalam kesempatan terpisah, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyampaikan pasokan likuiditas perbankan sudah memadai seperti yang tercermin dari pergerakan Indonesian Overnight Index Average (Indonia) yang merupakan representasi suku bunga antarbank.
Destry melaporkan, posisi Indonia sempat menyentuh level 6,62% pada 18 Juni 2026, namun telah melandai secara signifikan menjadi 6,17% pada 16 Juli 2026. Menurutnya, penurunan Indonia tersebut mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank.
(mfd/ell)



























