Selain itu, subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebesar Rp107.000 per bulan untuk 66,4 juta rumah tangga; subsidi dan kompensasi solar sebesar Rp578.139 per bulan untuk 484.087 rumah tangga; kompensasi Pertalite sebesar Rp89.050 per bulan untuk 33,78 juta rumah tangga; subsidi dan kompensasi listrik sebesar Rp130.000-Rp150.000 per bulan untuk 87 juta rumah tangga pelanggan; diskon tarif kereta api sebesar Rp69.752 per penumpang untuk 1,3 juta penumpang; diskon tarif angkutan laut sebesar Rp97.403 per penumpang untuk 481.503 penumpang; bantuan pangan sekitar Rp179.278 per bulan untuk 33,24 juta keluarga di desil pertama hingga empat.
Kedua, program prioritas Prabowo. Hal ini berupa makan bergizi gratis (MBG) sebesar Rp300.000 per bulan untuk 74,56 juta siswa, ibu hamil/menyusui, dan balita; dan cek kesehatan gratis (CKG) sebesar Rp655.000 hingga Rp1,13 juta per pemeriksaan untuk 130,8 juta orang.
Terakhir, program afirmatif. Hal ini berupa magang untuk lulusan baru (fresh graduate) rata-rata Rp3,6 juta per bulan setara UMK untuk 150.000 peserta selama enam bulan; sekolah unggul garuda sebesar Rp9,5 juta per bulan untuk 1.920 siswa; beasiswa LPDP luar negeri sebesar Rp90,09 juta per bulan dan dalam negeri Rp10,7 juta per bulan untuk 23.289 mahasiswa.
Beasiswa sarjana satu Garuda luar negeri sebesar Rp78,56 juta per bulan dan Rp5,51 juta per bulan untuk 750 mahasiswa; beasiswa S1 Universitas Pertahanan sebesar Rp5,4 juta per bulan untuk 700 mahasiswa; beasiswa Sekolah Taruna Nusantara sebesar Rp11,7 juta per bulan untuk 3.654 siswa; subsidi pupuk sebesar Rp334.166 per bulan untuk 14,2 petani dan pembudidaya ikan; subsidi bunga KUR sebesar Rp500.000 per bulan untuk 6,08 juta debitur dan sertifikat halal gratis sebesar Rp200.000 per UMK untuk 1,35 juta UMK.
(lav)



























