Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Prabowo meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada Kamis (16/7/2026) secara virtual.

Lapangan Abadi Masela akan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara dengan 150 MMSCFD, serta 35.000 barel kondensat per hari untuk mengerek peningkatan produksi siap jual (lifting) migas nasional.

Investasi proyek LNG Abadi Masela senilai US$20,9 miliar tersebut sudah termasuk komponen tambahan US$1 miliar untuk teknologi tangkap dan simpan karbon atau carbon capture and storage (CCS).

Proses analisis dampak lingkungnan (Amdal) telah dituntaskan pada Februari 2026, dan mencakup elemen inti proyek dari pengeboran lepas pantai hingga fasilitas likuifikasi darat (onshore).

Pembangunan fisik proyek dilaporkan telah dimulai sejak Februari 2026, dan proses pembebasan lahan di Kepulauan Tanimbar dinyatakan rampung akhir Juni 2026.

Adapun, tiga BUMN—yaitu PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Nasional (Persero) Tbk. (PGAS) atau PGN, dan PT Pupuk Indonesia (Persero)—telah menandatangani heads of agreement (HoA) sebagai calon offtaker domestik dari gas alam Blok Masela.

Sementara itu, tender engineering, procurement, and construction (EPC) ditargetkan berjalan sepanjang 2026, bersamaan dengan proses menuju keputusan investasi akhir atau FID.

Pemerintah pusat memberikan komitmen hak kelola atau participating interest (PI) sebesar 10% kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Maluku sebagai bagian dari skema manfaat bagi daerah.

Tadinya, pemegang PI Blok Masela a.l. Inpex Masela Limited sebesar 65%, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) 20%, dan Petronas Masela Sdn. Bhd. 15%.

(ros)

No more pages