Dalam dokumen pengadaan minyak mentah yang diumumkan 8 Juni 2026, PPN kembali mencari minyak mentah jenis ESPO untuk pengiriman Agustus 2026 ke Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, dan Kilang Balongan.
Kemudian, dalam dokumen pengumuman 22 Juni 2026, PPN masih mencari minyak mentah jenis Espo untuk pengiriman Juli 2026 ke Kilang Cilacap.
Masih dalam dokumen yang sama, perseroan juga mencari minyak ESPO untuk pengiriman Agustus 2026 ke Kilang Balikpapan dan Kilang Balongan.
Berdasarkan data perusahaan inspeksi dan pengujian global SGS, ESPO merupakan salah satu minyak mentah asal Rusia yang diproduksi di Siberia Timur dengan API gravity 35,4 derajat dan kandungan sulfur 1,01%,
Adapun, dalam catatan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) jenis minyak mentah ESPO secara konsisten diperdagangkan di atas batas harga (price cap) yang ditetapkan sejumlah negara Barat terhadap minyak mentah Rusia.
CREA mencatat batas harga atau price cap minyak Rusia — yang ditetapkan Uni Eropa (UE) di level US$60/barel dan turun menjadi US$44,1/barel mulai 1 Februari 2026 — tidak berlaku bagi minyak mentah ESPO.
“Minyak mentah ESPO secara konsisten diperdagangkan jauh di atas batas tersebut karena orientasi strukturalnya ke pasar China dan Pasifik,” tulis CREA dalam catatannya.
2. Novy Port
Berdasarkan dokumen pengadaan minyak mentah 8 Juni 2026, PPN tercatat mencari minyak mentah Rusia jenis Novy Port untuk pengiriman Juli yang rencananya dikirim ke Kilang Cilacap dan Kilang Balikpapan.
Berdasarkan catatan S&P Global Energy, Novy Port adalah minyak mentah dengan karakteristik light sweet yang diproduksi oleh Gazprom Neft dari wilayah Arktik Rusia.
Dijelaskan bahwa minyak mentah tersebut memiliki API gravity 35 derajat dan kandungan sulfur sekitar 0,1%.
3. Sokol
Dalam dokumen pengumuman pengadaan minyak mentah 8 Juni 2026, PPN juga mencari minyak Rusia jenis Sokol untuk pengiriman Juli 2026 untuk Kilang Cilacap.
Selain itu, berdasarkan pengumuman tender 22 Juni 2026, PPN mencari minyak mentah Rusia jenis yang sama untuk periode pengiriman Agustus 2026 ke Kilang Cilacap dan Kilang Balikpapan.
S&P Global Energy mencatat minyak Sokol berkarakteristik light sweet dan disebut-sebut sering bersaing dengan minyak mentah light sour asal Timur Tengah, seperti minyak mentah Murban dari Abu Dhabi.
Dalam catatan SGS, Sokol memiliki karakteristik light sweet crude dengan API gravity 39,3 derajat dan kandungan sulfur 0,187%.
4. Sakhalin Vityaz
Berdasarkan dokumen pengumuman pengadaan minyak mentah 8 Juni 2026, PPN mencari minyak mentah Rusia jenis Sakhalin Vityaz untuk pengiriman Agustus 2026 ke Kilang Cilacap.
Berdasarkan catatan SGS, Sakhalin Vityaz merupakan salah satu minyak mentah asal Rusia dengan API gravity 34,4 derajat dan kandungan sulfur 0,22%.
Minyak mentah jenis tersebut juga dikenal dengan nama Vityaz Oil.
5. Zaikinskaya
Dalam dokumen pengumuman rencana pembelian minyak mentah yang diumumkan 8 Juni 2026, PPN mencari minyak Rusia jenis Zaikinskaya untuk pengiriman Agustus 2026 ke Kilang Cilacap.
Berdasarkan data SGS, Zaikinskaya merupakan minyak mentah asal Rusia berkarakteristik light crude. Minyak mentah ini memiliki karakteristik yang ringan dengan API gravity mencapai 46,2 derajat dan kandungan sulfur 0,205%.
Saat dimintai konfirmasi ihwal pengadaan tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mengatakan belum dapat memberikan komentar ihwal impor minyak mentah asal Rusia tersebut.
“Khusus untuk hal ini sementara belum bisa saya berkomentar,” kata Laode kepada Bloomberg Technoz, Senin (20/7/2026).
Setala, Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun menyatakan belum dapat memberikan tanggapan ihwal pengadaan minyak mentah Rusia tersebut.
“Terkait dengan hal tersebut kami masih menunggu, sehingga kami belum bisa ber-statement,” kata Roberth ketika dihubungi, Senin (20/7/2026).
(wdh)





























