Logo Bloomberg Technoz

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memperingatkan akan memberikan "pelajaran yang tak terlupakan" kepada Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Sabtu, dia mengatakan pelanggaran AS terhadap nota kesepahaman—yang mengatur gencatan senjata selama 60 hari sementara AS dan Iran berunding mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz serta pembatasan program nuklir Iran—"sekali lagi membuktikan kepada semua orang betapa tidak bernilai dan tidak sahnya tanda tangan presiden Amerika Serikat."

Khamenei masih belum muncul di hadapan publik sejak serangan AS pada hari-hari awal perang menewaskan ayahnya, sejumlah anggota keluarganya, serta menyebabkan dirinya mengalami luka parah.

Sepekan aksi saling balas serangan antara kedua pihak kini telah meluas dari sasaran militer menjadi jembatan, fasilitas utilitas, dan pelabuhan, yang menunjukkan kecilnya peluang untuk kembali ke gencatan senjata rapuh yang ditandatangani bulan lalu.

Menurut pejabat Iran, sebanyak 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan AS sejak 27 Juni.

Kuwait Airways menjadwal ulang sebagian besar penerbangannya, sementara Kementerian Listrik dan Air Kuwait menangani kebakaran di sebuah pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi yang terkena serangan Iran.

Kementerian Luar Negeri Kuwait mengecam serangan tersebut dan menyatakan bahwa serangan berulang terhadap infrastruktur vital "mencerminkan pola agresi sistematis yang menyasar aset sipil, sehingga membahayakan keselamatan dan jiwa warga sipil," yang dinilai sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Iran juga menyerang radar dan pesawat militer AS di Qatar, salah satu mediator utama antara Washington dan Teheran, menurut kantor berita Tasnim.

Sebelumnya, CENTCOM mengatakan serangkaian serangan AS pada Jumat menghantam lokasi pengawasan, infrastruktur logistik militer, gudang senjata bawah tanah, serta kemampuan maritim Iran.

Serangan terhadap infrastruktur sipil menandai perluasan sasaran dalam aksi militer pasca-perjanjian damai oleh kedua pihak.

Namun, eskalasi permusuhan tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan puncak perang pada Maret hingga awal April, ketika AS dan Israel membombardir kota-kota Iran secara besar-besaran, sementara Teheran meluncurkan ribuan drone dan rudal ke negara-negara Arab Teluk serta Israel.

Departemen Luar Negeri AS mengimbau warga Amerika untuk mempertimbangkan kembali perjalanan menuju atau melalui Timur Tengah mengingat potensi "eskalasi yang tidak terduga."

Pemerintah juga menyarankan agar para pelancong memastikan kembali jadwal penerbangan dengan maskapai masing-masing apabila tetap memutuskan bepergian.

Dalam pernyataannya, Khamenei juga menyerukan persatuan antara rakyat Iran dan pemerintahnya, yang tampaknya merujuk pada meningkatnya kritik dari kelompok garis keras terhadap keputusan pemerintah untuk menempuh jalur diplomasi.

"Kritik terhadap kinerja para pejabat tidak boleh berujung pada ketidakadilan terhadap pihak yang tidak bersalah maupun merusak persatuan sosial," ujarnya.

Sekitar 35 kapal pengangkut minyak dan gas diserang sejak Maret 2026. 

Harga minyak mentah Brent melonjak pada Jumat, naik sekitar 4,6% dan ditutup di kisaran US$88 per barel, mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak April.

Kenaikan tersebut terjadi setelah Axios melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah memberi tahu Israel mengenai rencana pengiriman tambahan pesawat pengisian bahan bakar di udara, yang dipandang sebagai sinyal kemungkinan perluasan operasi militer AS.

Seorang pejabat militer Israel pada Sabtu mengonfirmasi rencana penambahan armada pesawat AS yang berbasis di Israel.

Dalam pidatonya pada Kamis malam, Presiden AS Donald Trump kembali menggambarkan situasi di Timur Tengah sebagai sebuah keberhasilan.

Menurutnya, AS "sedang meraih kemenangan besar di Iran, dan hasilnya akan segera terlihat dalam waktu yang sangat singkat," sebelum kemudian mengalihkan pembahasan ke isu-isu domestik.

Selama tiga pekan pertama konflik, sebanyak 13 personel militer AS tewas dalam sedikitnya tiga serangan terpisah. Pada awal Juli, seorang pilot Angkatan Laut AS juga meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter di Laut Arab.

China dan Pakistan menyampaikan keprihatinan atas perkembangan tersebut serta menyerukan agar AS dan Iran menghentikan permusuhan dan kembali melanjutkan dialog.

Selain meningkatkan intensitas pemboman terhadap Iran, AS juga kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut dan mencabut pengecualian (waiver) atas sanksi terhadap ekspor minyak Iran.

Dengan Iran yang terus melancarkan serangan di laut dan bersikeras agar seluruh kapal memperoleh izin Teheran sebelum melintasi Selat Hormuz, peluang kedua pihak untuk terus meningkatkan eskalasi masih sangat besar, menurut Mehran Kamrava, profesor ilmu politik di kampus Qatar milik Georgetown University.

"Serangan-serangan ini merupakan pertanda buruk bahwa situasi yang lebih parah masih akan terjadi," kata Kamrava kepada Bloomberg TV pada Jumat dari Doha.

"Tidak ada pihak yang benar-benar menginginkan eskalasi ini, tetapi keduanya kini terjebak dalam siklus eskalasi yang sulit dihentikan. Aksi saling balas ini kini menjadi sangat berbahaya karena melibatkan serangan dan serangan balasan terhadap infrastruktur yang sangat vital."

(bbn)

No more pages