Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan perseroan mendapatkan tambahan batu bara kalori menengah dengan kadar di atas 4.500 kcal/kg sebanyak 16,8 juta ton hingga akhir 2026.

Tambahan pasokan ini terbagi menjadi 1,8 juta ton batu bara pada Juli. Kemudian, tambahan 3 juta ton masing-masing setiap bulan terhitung dari Agustus—Desember 2026.

"Adanya tambahan batu bara dengan spesifikasi 4.500 [kcal/kg] ke atas, yang Juli ini ada tambahan 1,8 juta ton on top dari yang eksis, kemudian Agustus sampai Desember ada tambahan 3 juta ton masing-masing tiap bulannya," ujar Darmawan agar agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Darmawan menambahkan tambahan batu bara dengan kadar kalori di atas 4.500 kcal/kg tersebut diperoleh melalui penugasan khusus dari Kementerian ESDM.

Dia pun mengakui sistem kelistrikan di Pulau Jawa sempat mengalami kendala yang memicu pemadaman bergilir. Namun, intervensi pasokan batu bara baru ini berhasil memulihkan stabilitas sistem secara signifikan.

"Ini tentu saja membuat sistem di Jawa yang tadinya memang kami mengakui ada pemadaman bergilir, sistemnya langsung meningkat menjadi jauh lebih andal," tuturnya.

Menurut Darmawan, saat ini terjadi pergeseran tren di mana produksi batu bara kalori rendah terus meningkat, sementara ketersediaan batu bara kalori menengah dan tinggi justru mengalami penurunan.

"Sejalan dengan proses waktu, produksi batu bara kalori yang rendah itu meningkat, sedangkan produksi batu bara dengan kalori yang menengah dan tinggi semakin menurun," jelas Darmawan.

Melihat situasi tersebut, PLN bergerak cepat meminta dukungan regulasi dari pemerintah agar pasokan pembangkit listrik di Jawa tetap aman.

"Maka dalam hal ini Kementerian ESDM, kemudian dari PLN kami mengoreksi ini dengan adanya khusus pasokan batu bara dengan kalori menengah ke atas, on top dari existing supply," tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah mengumumkan pembentukan tim pengadaan batu bara untuk mengatasi krisis pasokan khususnya jenis kalori sedang untuk kebutuhan PLN.  

Bahlil mengatakan langkah ini dilakukan atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. 

Adapun, tim pengadaan akan berisi anggota dari PLN, Inspektur Jenderal (Irjen), Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara ESDM, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer, agar tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan [batu bara kalori sedang]. Ada PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP. Supaya tidak ada dusta di antara kita," ujar Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026).

Bahlil juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasok energi primer. Menurutnya, tata kelola yang terhambat berpotensi besar mengganggu stabilitas operasional pembangkit listrik milik PLN.

Untuk diketahui, saat ini, total kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun.

Dari total kebutuhan tersebut, pemerintah sebenarnya telah memberikan penugasan atau domestic market obligation (DMO) kepada perusahaan-perusahaan batubara sebesar kurang lebih 190 juta ton. Kendati demikian, realisasi di lapangan belum berjalan mulus.

“Dari 190 juta ton yang sudah dilakukan konfirmasi kurang lebih sekitar 150—160 juta ton, dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton. Artinya, dari total kebutuhan PLN 154 juta, tinggal kurang 20 [juta metrik ton] yang belum dikontrakkan,” kata Bahlil.

(smr/wdh)

No more pages