Logo Bloomberg Technoz

Dia mengaku terkejut lantaran jumlah BUMN sebelumnya mencapai lebih dari 1.000 entitas. Menurut dia, jumlah BUMN yang terlalu besar itu berpotensi untuk mengambil uang negara.

“Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat," sambungnya.

Lapkeu Danantara

Sebelumnya, BPI Danantara menyajikan sejumlah kinerja keuangan badan usaha milik negara (BUMN) pada periode April 2025-April 2026.

Lewat siaran pers yang dibagikan ke media, BPI Danantara menampilkan beberapa BUMN dengan peningkatan laba pada periode yang diuji.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas mengatakan beberapa BUMN itu belakangan mencatatkan pertumbuhan laba yang impresif.

“Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan,” kata Rohan lewat siaran pers, Kamis (2/7/2026).

Rilis kinerja sejumlah perusahaan pelat merah itu dilakukan di tengah sorotan sebagian masyarakat ihwal keterlambatan BPI Danantara untuk melaporkan kinerja keuangan konsolidasian lembaga pengelola investasi negara tersebut.

Rohan menegaskan laporan keuangan konsolidasian itu masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku.

“Akan disampaikan setelah seluruh proses audit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Rohan.

Adapun, Danantara telah melakukan investasi strategis pada pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah. Selain itu, Danantara turut mendukung program waste-to-energy untuk pengelolaan sampah berkelanjutan.

(prc/naw)

No more pages