Lebih jelasnya, ia menjabarkan bahwa kelima bendungan tersebut memiliki total kapasitas tampung 371 juta meter kubik dan mampu menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik bagi masyarakat. Infrastruktur tersebut juga disebut dapat melindungi sekitar 932 hektare wilayah dari potensi banjir.
Sementara dari sisi energi, bendungan tersebut memiliki potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 9,6 megawatt (MW) serta potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung mencapai 346 MW.
Sementara secara khusus, Dody menyoroti manfaat Bendungan Meninting di Lombok Barat. Menurutnya, sebelum bendungan dibangun, petani di kawasan tersebut kerap mengalami konflik akibat berebut pasokan air saat musim tanam.
"Bendungan ini telah mengurangi konflik horizontal yang selama ini selalu terjadi antara para petani Morel, di Lombok Barat khususnya karena mereka selalu berebut air, manakala musim tanam tiba. Alhamdulillah dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik per detik dimanfaatkan sepanjang tahun," jelasnya.
Ia menyebut bendungan Meninting sendiri memiliki kapasitas pengairan hingga 1.600 hektare sawah melalui jaringan irigasi sepanjang 26 kilometer, dan kini dapat ditanami tiga kali dalam setahun musim tanam.
Selain itu, produktivitas padi di wilayah tersebut meningkat menjadi sekitar 6,3 ton per hektare. Bendungan juga memasok air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik yang dapat melayani sekitar 100.000 jiwa, sekaligus mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat dan sebagian Kota Mataram.
(ain)






























