Dari domestik, cadangan devisa yang tetap kuat belum mampu sepenuhnya mengimbangi pelemahan data penjualan ritel.
Pasar hari ini akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dan nilai tukar rupiah, serta notula rapat bank sentral AS Federal Reserve yang mengindikasikan suku bunga berpotensi bertahan tinggi lebih lama (higher for longer). Kondisi tersebut dapat mempengaruhi arus dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung terbatas dengan support 5.805 dan resistance psikologis 6.000. Penembusan level 6.000 akan menjadi konfirmasi awal bagi berlanjutnya momentum penguatan," sebut riset BRIDS.
Saham–saham pilihan BRIDS untuk perdagangan hari ini adalah BUVA, ANTM, dan BUMI.
Turut jadi perhatian pasar, menyitir Phintraco Sekuritas, penjualan ritel turun 3,9% pada Mei setelah terkontraksi 3,7% year–on–year pada April. Pelemahan ini merupakan penurunan selama dua bulan berturut-turut dan koreksi tahunan terdalam sejak Mei 2023.
Hal ini mengindikasikan melemahnya belanja konsumen di tengah meningkatnya inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar non-subsidi dan harga makanan. Secara bulanan, penjualan ritel turun 1,5% month–to–month pada Mei setelah mengalami penurunan sebesar 1,6% mtm bulan sebelumnya.
“Secara teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 dengan Stochastic RSI yang berpotensi mengalami death cross. Namun histogram MACD masih bertahan di area positif. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.800–6.000,” analisis Phintraco pagi hari ini.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BMRI, BRPT, DEWA, ESSA, dan TUGU.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas mineral logam diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu, tertekannya nilai tukar rupiah dan berlanjutnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.840–5.770 dan resistance 5.985–6.055,” sebut CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi SSMS, BBCA, BBNI, BMRI, ISAT, dan AMMN.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat, terdorong oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang mereda setelah Presiden AS Donald Trump akan melakukan negosiasi lanjutan dengan Iran dan penurunan harga minyak mentah. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BUMI, BRPT, dan ICBP.
(fad/aji)





























