Otoritas setempat mencatat lebih dari 850 bangunan mengalami kerusakan parah, termasuk di antaranya 190 gedung yang dilaporkan rata dengan tanah. Sementara itu, data pembanding yang dirilis oleh kubu oposisi mengestimasikan ada lebih dari 30.000 orang yang hingga kini statusnya masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan.
Tim pencari dan penyelamat (SAR) dilaporkan masih berhasil mengevakuasi sejumlah korban selamat dari balik puing-puing bangunan hingga hari Minggu kemarin. Di wilayah pesisir La Guaira yang menjadi salah satu area terdampak paling parah, petugas mulai menggali parit-parit massal untuk memakamkan jenazah korban yang belum teridentifikasi. Di sisi lain, para warga sekitar tampak berpacu dengan waktu menyisir sisa reruntuhan demi menyelamatkan barang berharga mereka, sebelum alat berat dikerahkan ke lokasi untuk mencari korban lainnya. Kendati demikian, warga masih terus mengeluhkan lambatnya pergerakan tim evakuasi yang dinilai belum menjangkau beberapa rumah yang runtuh. Selain itu, masalah kelangkaan bahan bakar juga dilaporkan menjegal mobilitas operasional alat berat di sebagian wilayah La Guaira.
Di tengah situasi pelik tersebut, Rodríguez terus membela kinerja jajaran pemerintahannya dari berbagai kritik tajam publik yang menilai proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lambat. Lambatnya penanganan ini pun dilaporkan telah memicu penurunan drastis pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinannya.
Saat memberikan pidato dalam perayaan Hari Kemerdekaan Venezuela pada hari Minggu kemarin, Rodríguez kembali menyuarakan desakannya agar Amerika Serikat segera mencabut sanksi ekonomi mereka. Ia menegaskan bahwa Venezuela saat ini sangat membutuhkan akses pembiayaan internasional yang lebih luas demi mempercepat proses rekonstruksi pascabencana.
(bbn)































