Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan IHSG yang begitu percaya diri merupakan efek langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps. Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (6/7/2026).

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyumbang 11,77 poin
  2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyumbang 9,4 poin
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 6,67poin
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 4,05 poin
  5. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang 2,11 poin
  6. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyumbang 1,99 poin
  7. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menyumbang 1,7 poin
  8. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 1,64 poin
  9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang 1,56 poin
  10. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyumbang 1,26 poin

Adapun saham–saham unggulan LQ45 turut menjadi pendorong penguatan IHSG, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 3,59%, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melesat 1,44%, dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berhasil mencatat kenaikan 1,35%.

Senada, tren bullish juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melejit 1,27%, saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) menguat 1,08%, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terapresiasi 0,91%.

Menyoal rendahnya nilai transaksi harian yang terjadi, Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat di level 5.916 dengan volume dan nilai transaksi perdagangan yang berlangsung relatif sepi, yaitu dengan total volume terbilang ‘hanya’ 19,8 miliar saham dan nilai transaksi Rp9,5 triliun.

“Jauh di bawah rata-rata harian perdagangan yang masing-masing sekitar lebih dari 41 miliar saham dan sekitar Rp24 triliun,” jelasnya.

Sementara itu, biarpun nilai transaksi harian terbilang ‘sepi’, IHSG berhasil ditutup menguat hingga berada di atas level MA–5 dan MA–10. Histogram positif MACD melebar dan Stochastic RSI menguat di area pivot

“Sehingga secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000,” terang Phintraco.

Panin Sekuritas menganalisis, IHSG ditutup di zona hijau, hingga berpotensi melanjutkan penguatan menuju MA–20 di level potensial 5.960 sebelum nantinya memasuki area 6.000.

“Di sisi lain, jika IHSG bergerak di bawah MA–5 di 5.844, maka support selanjutnya yaitu titik previous low 5.607,” riset Panin pada perdagangan Senin.

(fad)

No more pages