Logo Bloomberg Technoz

Kemarahan publik meluas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Berbagai video memperlihatkan warga Venezuela mengkritik lambatnya respons pemerintah dan berhadapan langsung dengan para pejabat.

Pemerintah secara resmi melaporkan 2.645 orang meninggal dunia dan 12.666 orang terluka. Sementara itu, data yang dihimpun registrasi yang didukung kelompok oposisi masih mencatat lebih dari 35.000 orang hilang.

"Masyarakat sangat marah kepada pemerintah karena dianggap gagal memandang serius gempa bumi dan memberikan respons yang efektif," kata Brian Naranjo, mantan diplomat senior Amerika Serikat yang berpengalaman menangani urusan Venezuela.

"Kerusuhan sipil bisa menjadi persoalan berikutnya," ujarnya.

Menurut Naranjo, penanganan gempa justru membangkitkan kembali solidaritas masyarakat Venezuela di luar ranah politik, memunculkan aksi gotong royong yang belum pernah terlihat selama bertahun-tahun.

Salah satu video yang banyak beredar di media sosial memperlihatkan relawan setempat mempertanyakan tindakan tentara di kawasan bencana yang dijaga ketat. Mereka menuntut penjelasan mengapa para prajurit membawa senapan, bukan cangkul dan sekop.

"Seragam itu seharusnya digunakan untuk membela negara," kata seorang pria kepada para tentara di tengah kerumunan. "Kita tidak sedang berperang, kita sedang menghadapi keadaan darurat."

Kementerian Informasi Venezuela belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Namun, dalam konferensi pers bersama media asing pada Kamis malam, Rodríguez mengatakan tuduhan bahwa pemerintah lambat merespons sebagian besar dibentuk oleh narasi yang "direkayasa melalui kampanye informasi yang terkoordinasi."

Menurutnya, pemerintah langsung mengaktifkan respons darurat, meskipun orang-orang pertama yang tiba di lokasi bangunan runtuh memang merupakan para penyintas, keluarga korban, dan warga sekitar. Ia juga mengatakan beberapa daerah terpencil baru dapat dijangkau hingga dua hari kemudian karena akses jalan terputus.

Sejak gempa terjadi, televisi pemerintah terus menayangkan pengarahan pejabat serta kunjungan ke wilayah terdampak.

Namun, linimasa yang sebelumnya disiarkan stasiun televisi pemerintah Venezolana de Televisión menunjukkan Rodríguez baru menyampaikan pidato kepada publik sekitar 90 menit setelah dua gempa terjadi. Pasukan keamanan, tim medis darurat, dan unit perlindungan sipil baru dikerahkan setelah itu.

Video lain yang juga viral memperlihatkan Menteri Dalam Negeri, Diosdado Cabello, berdebat dengan tim penyelamat internasional setelah melarang mereka memasuki salah satu kawasan yang hancur akibat gempa.

"Di sana ada seseorang yang sedang berteriak meminta pertolongan," kata salah seorang anggota tim penyelamat kepada Cabello dalam rekaman tersebut. "Mengapa Anda tidak mengizinkan kami membantu orang itu?"

Beberapa hari setelah insiden tersebut dan di tengah meningkatnya kritik publik, tim Cabello melalui Telegram menyatakan tujuan mereka bukan menghalangi relawan, melainkan mengatur akses agar bantuan dapat diprioritaskan kepada warga yang paling membutuhkan.

(bbn)

No more pages