Logo Bloomberg Technoz

Merespons data ini, indeks saham S&P 500 dibuka menguat di zona hijau, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS terpantau turun. Para investor juga mulai menurunkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), meski mereka tetap memproyeksikan setidaknya akan ada satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini.

"Laporan ketenagakerjaan bulan Juni ini jelas mengecewakan, meskipun laporan ini seharusnya tidak mengubah pandangan menyeluruh siapa pun terhadap prospek makroekonomi," ujar Neil Dutta, kepala ekonomi di Renaissance Macro Research, dalam catatannya. "Kisah utama di sini adalah tentang pasar tenaga kerja yang merefleksikan kondisi ekonomi secara lebih luas. Pertumbuhan ekonomi saat ini tidak merata, dan akibatnya, pasar tenaga kerja pun menjadi tidak merata."

Laporan ketenagakerjaan ini sendiri terdiri dari dua survei terpisah, yakni survei rumah tangga dan survei pemberi kerja. Survei rumah tangga—yang digunakan untuk menghitung tingkat pengangguran dan partisipasi kerja—menunjukkan hasil yang lebih lesu, meskipun indikator ini memang terkenal cenderung lebih volatil.

Menurut laporan hari Kamis tersebut, tingkat partisipasi angkatan kerja—yaitu persentase populasi yang bekerja atau sedang aktif mencari kerja—merosot ke angka 61,5%, yang merupakan level terendah dalam lebih dari lima tahun terakhir. Pihak BLS menyatakan bahwa jika disesuaikan dengan adaptasi jumlah populasi, angka ini sebenarnya tidak banyak berubah dibandingkan posisi tahun lalu.

Sementara itu, tingkat partisipasi untuk pekerja usia produktif (usia 25 hingga 54 tahun) turun ke posisi 83,3%, menyamai level terendah sejak tahun 2023. Beberapa ekonom menilai penurunan tajam pada kedua indikator tersebut kemungkinan besar hanya merupakan anomali statistik semata.

Rincian Sektor

Sektor layanan kesehatan dan bantuan sosial, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi pendorong utama pertumbuhan lapangan kerja, kembali memimpin perekrutan dan menyumbang sebagian besar kenaikan jumlah pekerja pada Juni.

Jumlah pekerja di sektor manufaktur dan konstruksi juga meningkat. Banyak ekonom menilai pembangunan pusat data menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan tenaga kerja konstruksi sepanjang 2026, meskipun pembangunan perumahan masih tertahan akibat tingginya suku bunga.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Meta Platforms Inc dan Microsoft Corp terus mengurangi jumlah karyawan, antara lain untuk mengimbangi besarnya investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Jumlah pekerja di sektor informasi kembali menurun, menjadi penurunan ke-17 dalam 18 bulan terakhir.

Jumlah pekerja di sektor jasa keuangan, yang juga menjadi salah satu penyerap tenaga kerja kantoran dan dianggap paling rentan terhadap otomatisasi, relatif tidak berubah.

Rata-rata upah per jam naik 3,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Para ekonom mencermati bagaimana dinamika penawaran dan permintaan tenaga kerja memengaruhi pertumbuhan upah, terutama ketika inflasi mulai melampaui kenaikan upah di berbagai sektor.

Sentimen konsumen mulai membaik setelah perundingan damai antara AS dan Iran kembali berlangsung serta harga minyak turun tajam. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong perusahaan meningkatkan perekrutan dalam beberapa bulan mendatang.

Data terpisah yang juga dirilis Kamis menunjukkan jumlah pengajuan tunjangan pengangguran pekan lalu relatif tidak berubah. Tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap rendah dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memunculkan kondisi yang oleh para ekonom disebut sebagai pasar tenaga kerja dengan "PHK rendah, perekrutan juga rendah" (low-fire, low-hire).

Dari sudut pandang Federal Reserve, "pasar tenaga kerja stabil dan tidak ada tekanan inflasi yang berasal dari pasar kerja," kata Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, Heather Long. "Namun bagi sebagian besar masyarakat Amerika, ini adalah kabar yang mengecewakan. Peluang kerja masih terbatas, sementara inflasi menghapus seluruh kenaikan upah yang mereka peroleh."

(bbn)

No more pages