Ini merupakan bukti terbaru bahwa produsen minyak terbesar OPEC tersebut sedang meningkatkan ekspor minyak sejak lalu lintas kapal melintasi Selat Hormuz mulai meningkat setelah AS dan Iran sepakat membuka kembali jalur air tersebut, sementara mereka bernegosiasi untuk mengakhiri perang.
Bloomberg melaporkan pada Rabu bahwa raksasa minyak milik negara Saudi Aramco telah menjual setidaknya 6 juta barel minyak mentah secara ad-hoc ke pelanggan di Asia, sebuah penyimpangan dari praktik standar mereka yang biasanya melakukan kesepakatan jangka panjang.
Lalu lintas melalui Selat Hormuz semakin ramai, di mana kapal-kapal semakin sering bergerak dalam konvoi untuk melewati selat tersebut. Kapal-kapal umumnya melintasi koridor yang dikelola AS di perairan Oman, meski beberapa di antaranya menggunakan rute yang lebih dekat ke pantai Iran.
Sebuah kapal tanker milik Saudi lainnya yang memuat minyak di Ras Tanura telah meninggalkan Selat Hormuz awal pekan ini.
Hanya sejumlah kecil kapal tanker minyak Saudi yang tersisa di Teluk Persia. Dari empat kapal yang tersisa di dekat Ras Tanura, dua di antaranya memberi sinyal bahwa mereka telah terisi penuh, sementara satu kapal lain belum memperbarui data kedalaman muatannya, tetapi tampaknya telah memuat di pelabuhan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
(bbn)




























