Logo Bloomberg Technoz

Catatan IHSG Sepanjang Pekan Terakhir Juni 2026

Cahya Puteri Abdi Rabbi
27 June 2026 16:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 4,55% sepanjang perdagangan pekan terakhir Juni 2026 dan ditutup di level 5.896,134. Pelemahan tersebut dipicu oleh tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, energi, dan material dasar. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Sabtu (27/6/2026), PT Bank Mandiri (Perseo) Tbk (BMRI) menjadi saham dengan kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG. Penurunan harga saham BMRI sebesar 7,42% menggerus indeks hingga 25,04 poin.

Di posisi kedua terdapat PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang terkoreksi 24,55% dan membebani IHSG sebesar 24,31 poin. Selanjutnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 12,57% dengan kontribusi negatif 14,58 poin terhadap indeks.


Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga menjadi pemberat utama setelah melemah 10,19% sehingga memangkas IHSG sebesar 14,02 poin. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 13,82% dengan kontribusi negatif 13,22 poin. 

Tekanan terhadap IHSG juga datang dari saham-saham berkapitalisasi jumbo lainnya. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turun 16,38% dan mengurangi indeks sebesar 12,37 poin. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 1,98% membebani IHSG sebesar 11,71 poin, diikuti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang turun 9,54% dengan kontribusi negatif 11,33 poin.