“Sosok Jokowi, walaupun tidak sekuat saat beliau masih berkuasa, menurut saya masih relevan dan menjadi kekuatan utama untuk mendongkrak popularitas PSI,” ujar Wahyutama.
Gunakan Sisa Popularitas
Bagaimanapun, Jokowi pernah memenangkan Pilpres dua kali dengan jumlah perolehan suara cukup besar. Wahyutama menilai saat ini pendukung loyalis Jokowi masih ada meski mungkin tidak sebesar saat menjadi presiden.
Wahyutama tidak memastikan bahwa popularitas Jokowi bisa mengantarkan PSI lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Terlebih, bercermin dari hasil Pemilu 2024, perolehan suara PSI tidak begitu menggembirakan. Pada Pemilu 2024, PSI hanya memperoleh suara 2,8% dan tidak lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Tantangan PSI cukup berat. Namun langkah-langkah PSI belakangan dengan merekrut beberapa tokoh dan simpul massa dari Nasdem misalnya perlu diperhitungkan dampaknya pada potensi peningkatan suara PSI pada pemilu mendatang,” ujar dia.
Jokowi resmi memulai kegiatan safari politik bersama PSI pada hari ini. Rencananya, Jokowi bakal mengikuti serangkaian agenda bersama PSI di Lampung selama tiga hari. Setelah Lampung, Jokowi bakal ke Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.
(wep)




























