Logo Bloomberg Technoz

Manuver Jokowi

Manuver Presiden Jokowi dalam konstelasi pencalonan presiden memang tidak mudah untuk dibaca. Di depan panggung, Jokowi formal merestui capres Ganjar Pranowo. Namun di panggung belakang, kode-kode kedekatan informal terus dimunculkan antara Jokowi dan capres Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra. 

Teranyar, kebersamaan Jokowi dan Prabowo saat berkunjung ke PT Pindad di Malang, Jawa Timur. Dengan santainya, Prabowo menyopiri Jokowi dan ibu negara Iriana. Hal yang sama juga pernah dilakukan Prabowo awal tahun ini di kompleks Kementerian Pertahanan Jakarta. Kebersamaan itu sudah yang kesekian kali usai keduanya juga beberapa kali acara makan bersama. 

Jokowi dan Prabowo juga tampak akrab kala menonton pertandingan FIFA Matchday pada 19 Juni 2023 antara timnas Indonesia versus Juara Dunia Argentina.

Bila membaca sejumlah survei, tangan dingin Jokowi terbukti mampu mengerek pelan tapi pasti elektabilitas Prabowo yang juga Menteri Pertahanan itu. Jokowi semakin terbaca sedang memainkan peran sebagai king maker capres 2024. 

Kode-kode "kemesraan" dengan Prabowo tidak pelak memunculkan pertanyaan apakah sang presiden sengaja mengambil jarak terhadap PDIP atau sejatinya tengah memainkan keseimbangan politik demi menaikkan posisi tawar terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya sih melihat Jokowi itu tidak terlalu betah di PDIP. Gestur tubuh Jokowi dengan PDIP tidak terlalu cocok, tidak terlalu pas. Walaupun Jokowi kader PDIP tapi di PDIP Jokowi enggak memiliki power, kekuasaan, tidak punya peran. Yang berperan adalah ketumnya Megawati (Soekarnoputri). Oleh karena itu bisa saja dalam konteks pilpres Jokowi ingin menunjukkan bargaining position ke PDIP," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin saat dihubungi pada Rabu petang (26/7/2023).

Menurutnya, Jokowi memang tak bisa diabaikan karena selama ini PDIP mendapatkan efek ekor jas dari sang petugas partai. Figur Jokowi menjadi faktor penggenjot suara bagi partai itu. Namun figur sentral Megawati Soekarnoputri masih sangat kuat. Tetap kata Ujang, penentuan calon wakil presiden PDIP bisa tak melibatkan Jokowi. Apalagi partai moncong putih memiliki tiket emas tak harus bergantung pada partai lain. Malah sejumlah partai kini mulai merapat ke kubu partai penguasa.

"Jokowi memang punya agenda politik sendiri tetapi sosok sentral tetap Mega, menang kalah tetap Mega berkuasa di PDIP," lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review tersebut.

(dba)

No more pages