Logo Bloomberg Technoz

Simak Manuver Rupiah di Tengah Reli Dolar AS

Tim Riset Bloomberg Technoz
23 June 2026 09:31

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi dengan pelemahan 0,16% ke posisi Rp17.860/US$, di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) akibat langkah hawkish bank sentral Federal Reserve.

Indeks dolar AS bertahan di level 101,01 meski harga minyak mentah mulai mereda di bawah level US$80 per barel. Menguatnya dolar AS, dan melemahnya harga minyak membawa sentimen berbeda pada mata uang Asia. 

Negara yang memiliki ketahanan eksternal kuat seperti Malaysia, misalnya, mata uangnya menguat 0,3%. Begitu juga dengan dolar Taiwan 0,12%, disusul yuan China dan won Korea Selatan masing-masing 0,01%. 


Won Korea Selatan sejatinya mendapat sentimen buruk dari ketidakpastian geopolitik antara AS dan Iran, tetapi tertopang oleh kinerja ekspor yang tetap kuat pada awal Juni. Sedangkan, peso Filipina, baht Thailand, yen Jepang dan dolar Singapura melemah, akibat tersengat penguatan dolar AS. 

Pergerakan mata uang Asia beragam hari ini (23/6/2026). (Bloomberg)

Pergerakan beragam di pasar mata uang kawasan, sepertinya mengindikasikan bahwa investor belum sepenuhnya yakin ketegangan AS-Iran akan mereda secara permanen.