Logo Bloomberg Technoz

Awali Pekan, Rupiah Finis di Rp17.832/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 June 2026 15:27

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Senin (22/6/2026) dengan pelemahan 0,24% ke posisi Rp17.832/US$, seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkat yang melemahkan sebagian besar mata uang Asia.

Dari kawasan, ketegangan baru dipicu oleh komentar Presiden AS Donald Trump yang menyebut akan menyerang Iran jika Hizbullah kembali menyasar Israel. 

Kondisi ini kembali memangkas optimisme pasar yang sebelumnya sudah terbangun bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka dan distribusi energi dapat kembali berangsur pulih. 

Mata uang kawasan. (Bloomberg)

Namun, sore ini 15:05 WIB meski harga minyak jenis Brent sudah sedikit terpangkas 1,14% ke level US$79,65 per barel, sentimen dan kekhawatiran pelaku pasar masih meliputi pergerakan mata uang kawasan. 

Selain itu, aset keuangan di negara berkembang juga tertekan oleh nada hawkish yang dikirim oleh bank sentral AS Federal Reserve yang diperkirakan akan kembali mengerek suku bunga acuan, terlebih jika angka inflasi berada di atas target 2%.