Logo Bloomberg Technoz

Won Korea Selatan melemah paling tajam 0,17% menjadi KRW1.553,85/US$, setelah sempat turun 0,6% pada sesi sebelumnya. Won diperkirakan akan kembali menguji level yang lebih lemah karena ketidakpastian konflik AS-Iran.

Sementara, dolar Singapura melemah terbatas 0,04%. Hanya yen Jepang yang terlihat menguat sangat tipis 0,01%. 

Mata uang kawasan Asia (23/6/2026), (Bloomberg)

Kondisi ketidakpastian ini menunjukkan penurunan harga minyak sepertinya belum cukup kuat untuk mengubah arah sentimen global secara signifikan. 

Sepertinya, pelaku pasar masih memposisikan faktor geopolitik dan arah kebijakan moneter AS yang hawkish, sebagai pertimbangan utama dalam menentukan alokasi aset. 

Bagi rupiah, perkembangan ini sebenarnya di satu sisi dapat menjadi kabari baik, lantaran turunnya harga minyak berpotensi mengurangi risiko pelebaran defisit transaksi berjalan dan tekanan inflasi impor. 

Akan tetapi, indeks dolar AS yang masih bertahan di level 101, menggambarkan permintaan aset safe haven belum benar-benar surut. 

Tampaknya, investor global masih menunggu kepastian hasil perundingan AS-Iran sekaligus mencermati prospek suku bunga The Fed. 

Posisi rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) di kisaran Rp17.870/US$ mengindikasikan pasar sepertinya belum melihat pasar belum melihat adanya tekanan jual baru terhadap mata uang domestik. 

Namun, ruang penguatan juga masih sangat terbatas mengingat tingginya indeks dolar AS dan kehati-hatian investor global. 

Dari sisi domestik, dukungan terhadap rupiah nampaknya masih tertopang dari langkah stabilisasi Bank Indonesia yang telah menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin (bps), dan mempertahankan daya tarik instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga 7,74%.

Yield SRBI tenor 12 bulan, terkerek naik ke level tertinggi sejak instrumen ini terbit. (Bloomberg)

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Selasa 23 Juni 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, nilai tukar rupiah berisiko untuk lanjut melemah. Target pelemahan menuju level Rp17.850/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp17.900/US$.

Apabila menjebol kedua support tersebut dengan volume yang besar, maka rupiah mungkin saja melemah lebih lanjut menuju level pesimistis Rp18.000/US$ sebagai support terkuatnya.

Namun jika nilai tukar rupiah mampu menguat hari ini, maka resistance yang menarik dicermati ada di Rp17.800/US$ dan selanjutnya Rp17.740/US$.

(riset/aji)

No more pages