Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah pejabat Iran pun mengkonfirmasi hal tersebut, meski masih ada beberapa poin yang belum disepakati.

Salah satu yang sudah disetujui adalah AS dan Iran sudah membentuk jalur komunikasi untuk mengamankan rute pelayaran di Selat Hormuz. AS juga telah memberi izin bagi Iran untuk menjual minyak ke pasar internasional selama 60 hari ke depan.

Perkembangan ini membuat harga minyak dunia anjlok. Kemarin, harga minyak jenis brent jatuh lebih dari 3% ke US$ 78,14/troy ons.

Apabila harga energi bisa terus terkendali, maka dunia bisa menghindari ancaman inflasi tinggi yang berkelanjutan. Dengan demikian, bank sentral di berbagai negara bisa menghindari pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

Perajin memeriksa emas yang akan dibuatmenjadi perhiasan di Cikini Gold Center, Jakarta, Jumat (2/5/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Selasa (23/6/2026)? Apakah bisa naik lagi atau kembali terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 39. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 73. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, target resisten terdekat ada di US$ 4.233/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Resisten lanjutan ada di US$ 4.312/troy ons.

Adapun target support terdekat adalah US$ 4.85/troy ons. Dari sini, harga emas berisiko melorot ke rentang US$ 4.175-4.153/troy ons.

Cermati pivot point di US$ 4.147/troy ons. Penembusan di titik ini bisa saja membuat harga emas ambruk ke kisaran US$ 4.137-4.098/troy ons.

(aji)

No more pages