Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,6%, inflasi berada di kisaran 3%, sementara defisit fiskal tetap dijaga di bawah 3%.
Bagi Shan, angka-angka tersebut mencerminkan kondisi ekonomi yang relatif sehat dibandingkan banyak negara lain.
“Ekonomi Indonesia setelah kuartal pertama di level 5,6% adalah salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat secara global,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa persepsi publik sering kali dibentuk oleh pengalaman langsung yang tidak selalu sejalan dengan data makroekonomi.
Karena itu, ia menilai komunikasi menjadi faktor yang sangat penting.
“Saya rasa satu-satunya hal adalah bagian komunikasi dan bagian persepsi, itu perlu ditingkatkan dan perlu diubah,” kata Shan.
Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara lebih efektif bagaimana berbagai kebijakan ekonomi bekerja dan bagaimana manfaat pertumbuhan akan dirasakan dalam jangka panjang.
Ia juga menilai bahwa Indonesia telah berhasil menjaga sejumlah stabilitas penting yang menjadi fondasi pertumbuhan.
“Mereka mempertahankan stabilitas pertumbuhan, mereka mempertahankan stabilitas konsumsi, dan mempertahankan stabilitas keuangan yang merupakan kunci bagi perekonomian untuk tumbuh dengan kecepatan yang lebih cepat,” ujarnya.
Shan menekankan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan masyarakat memahami arah dan capaian kebijakan ekonomi yang telah dilakukan.
“Secara keseluruhan pemerintah telah melakukan pekerjaan yang baik,” katanya.
Untuk informasi selengkapnya saksikan: Bloomberg Technoz Exclusive Interview: Menjaga Kepercayaan, Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI.
(red)




























