Logo Bloomberg Technoz

"Kami menunjukkan bahwa kami bisa bertarung habis-habisan, dan melawan tim Ekuador yang sangat kuat, kami juga membuktikan bahwa kami bisa bermain sepak bola. Ini lebih besar dari sekadar sepak bola,” 

Eloy Room langsung menjadi sorotan saat laga baru berjalan dua menit. Penyerang Timnas Ekuador Enner Valencia melepaskan tendangan keras jarak dekat. Namun Room mampu menepisnya dan membangkitkan semangat The Blue Wave malam itu.

“Sebagai kiper, momen seperti itu memberi kepercayaan diri dan juga mengangkat semangat tim,” kata Room. 

“Setelah itu, saya tahu kami akan terus ditekan sepanjang pertandingan. Saya merasa seperti tak terkalahkan, seperti tidak ada bola yang bisa lewat, dan itu perasaan yang luar biasa.”

Room, 37 tahun, lahir di kota Nijmegen, Belanda, dan saat ini bermain untuk Miami FC setelah sempat membela PSV Eindhoven. Dia adalah pemain pertama yang direkrut Curacao saat memulai misi menembus piala dunia pada 2015. 

Pada saat itu, Patrick Kulivert yang menjadi pelatih Timnas Curacao mengajak Room untuk bergabung. Setelah itu, sejumlah pemain pun mulai ikut bergabung dan membentuk tim yang cukup kuat untuk meniti perjalanan menuju piala dunia. 

Proyek ambisius pembangunan skuad sepakbola bagi negara Kepulauan Karibia berpopulasi 156.000 jiwa tersebut pun berhasil. Mereka menjadi salah satu wakil CONCACAF di Piala Dunia 2026.

“Ini benar-benar seperti yang saya impikan sejak pertama kali memulai,” kata Room. “Proyek ini dimulai sebelas tahun lalu dengan tujuan sederhana: lolos ke Piala Dunia. Saya sangat bangga karena kami datang dari nol.”

(dov/frg)

No more pages