Pergerakan Rupiah dibayangi Harga Minyak, dan Pengumuman MSCI
Tim Riset Bloomberg Technoz
22 June 2026 08:39

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar luar negeri bergerak stabil di level Rp17.820/US$ pada sesi perdagangan Senin (22/6/2026) pagi, kala indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama masih bertengger di level 100,85.
Penguatan dolar AS pagi ini membawa mata uang kawasan berada di zona merah. Won Korea Selatan melemah paling tajam, disusul ringgit Malaysia, baht Thailand, yen Jepang, ringgit Malaysia, peso Filipina dan dolar Singapura.
Pelemahan mata uang kawasan pagi ini dipicu oleh kembali naiknya harga minyak mentah jenis Brent 2,15% ke level US$82,3 per barel, setelah sempat turun ke rentang US$78,85-US$79,2 per barel.
AS dan Iran disebut tengah melaksanakan negosiasi di Swiss untuk mencapai perdamaian dan membuka kembali Selat Hormuz, namun ketegangan yang kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika kelompok Hezbollah terus menyerang Israel.
Perkembangan ini telah memangkas sebagian optimisme pasar yang sebelumnya membaik oleh progres meredanya ketegangan antara AS dan Ira, dan membuat harga minyak kembali naik.



























