Logo Bloomberg Technoz

“Ketika PDB Anda lebih tinggi daripada tingkat inflasi. Ketika PDB Anda lebih tinggi daripada suku bunga diskonto. Ketika PDB Anda lebih tinggi daripada defisit anggaran yang berada di bawah 3%. Itu berarti pemerintah berkinerja dengan baik,” ujarnya.

Shan menambahkan bahwa Indonesia selama beberapa tahun terakhir mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal. Pemerintah juga tetap menjaga disiplin anggaran dengan mempertahankan defisit APBN sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, rasio utang terhadap PDB yang masih berada di bawah 40% menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Mereka memiliki persyaratan undang-undang yang sangat kuat untuk menjaga defisit anggaran di kisaran 3%, rasio utang terhadap PDB di bawah 40% yang berhasil dipertahankan oleh pemerintah,” kata Shan.

Ia juga menyoroti cadangan devisa Indonesia yang terus diperkuat sebagai bantalan menghadapi gejolak eksternal.

“Pemerintah terus membangun cadangan devisa hingga mencapai titik yang setara dengan sekitar 150 miliar dolar,” ujarnya.

Menurut Shan, investor global yang berorientasi jangka panjang cenderung melihat faktor-faktor tersebut dibandingkan hanya memperhatikan pergerakan harian nilai tukar.

Karena itu, pelemahan rupiah yang sempat terjadi tidak seharusnya langsung diterjemahkan sebagai tanda melemahnya ekonomi nasional.

“Para investor jangka panjang tersebut ingin menganalisis bagaimana kinerja Indonesia,” kata Shan.

Ia menegaskan bahwa fokus utama investor seharusnya tetap pada fundamental ekonomi yang dinilai masih mampu menopang pertumbuhan Indonesia dalam jangka panjang.

Untuk informasi selengkapnya saksikan: Bloomberg Technoz Exclusive Interview: Menjaga Kepercayaan, Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI.


(red)

No more pages