Seorang pejabat yang mengetahui jalannya pembicaraan dan meminta agar tidak disebutkan namanya karena membahas informasi sensitif mengatakan bahwa penyelesaian konflik di Lebanon akan menjadi penentu keberhasilan perundingan di Swiss.
Perang di Timur Tengah telah menghambat pasokan di kawasan yang menyumbang sepertiga produksi minyak dunia. Harga berjangka minyak mentah memang sempat turun dalam beberapa pekan terakhir—meskipun masih berada di atas level sebelum perang—setelah kilang global menemukan solusi sementara, serta prospek berakhirnya konflik yang memicu optimisme akan kembalinya kondisi normal secara cepat.
Kesepakatan damai secara teori akan melepaskan lonjakan pasokan ke pasar yang untuk sementara memiliki permintaan lebih lemah, terutama karena penurunan pembelian oleh importir terbesar, China. Sekitar 80 juta barel minyak diperkirakan akan tiba-tiba masuk ke pasar jika Selat Hormuz dibuka kembali sepenuhnya, yang berpotensi membuat kilang kewalahan.
Sementara itu, negara-negara produsen Teluk Persia bersiap meningkatkan produksi, dengan Kuwait membatalkan pemberitahuan force majeure sebelumnya. Abu Dhabi National Oil Co. meminta pelanggan untuk kembali melakukan pengambilan pasokan dari dalam Teluk Persia, sekaligus menjual minyak mentah spot melalui serangkaian tender.
Harga:
- Brent untuk penyelesaian bulan Agustus naik 1,3% menjadi US$81,60 per barel pada pukul 06.02 waktu Singapura.
- WTI untuk pengiriman Agustus naik 2,3% menjadi US$77,60 per barel.
(bbn)


























