Pertemuan tingkat tinggi pertama yang melibatkan perwakilan AS, Iran, Qatar, dan Pakistan dimulai pada Minggu di resor Bürgenstock, Swiss. Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi termasuk di antara para peserta.
Penyelesaian konflik di Lebanon akan menjadi faktor penentu keberhasilan perundingan AS-Iran di Swiss, menurut seorang pejabat yang mengetahui jalannya diskusi dan meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas informasi sensitif.
Konflik tersebut muncul sebagai hambatan utama, sementara isu lain yang menjadi fokus adalah Selat Hormuz, sanksi AS, dan aset Iran yang dibekukan, kata sumber itu. Perundingan empat pihak dimulai pada pukul 14.45 waktu setempat dan dijadwalkan berlanjut hingga Minggu malam. Pemerintah Swiss tetap menyiapkan lokasi hingga pertengahan pagi pada Senin, sehingga negosiasi dapat berlangsung sampai saat itu jika diperlukan.
Israel, mitra Washington dalam perang melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari, juga tengah menjalankan kampanye militer paralel melawan Hizbullah di Lebanon yang bertetangga. Iran secara konsisten berupaya mengaitkan konflik di Lebanon—yang telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan lebih dari 1 juta warga Lebanon mengungsi—dengan perundingan yang lebih luas dengan AS.
Israel bersikeras akan mempertahankan pasukannya di wilayah perbatasan sampai yakin bahwa Hizbullah, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS, tidak lagi menjadi ancaman. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan operasi mereka baru-baru ini menargetkan jaringan bunker bawah tanah yang diyakini menjadi tempat berlindung para pejuang Hizbullah.
(bbn)

























