Trump Mobile T1 Dinilai Jauh dari Janji Awal, Pakai Basis HTC
Redaksi
19 June 2026 13:26

Bloomberg, Smartphone T1 yang dipasarkan melalui layanan Trump Mobile akhirnya mulai beredar. Namun perangkat tersebut dinilai jauh berbeda dari konsep yang diperkenalkan saat peluncuran awal pada 2025.
Alih-alih menjadi smartphone buatan Amerika Serikat dengan desain premium berwarna emas seperti yang dijanjikan, perangkat yang kini dijual seharga US$499 (sekitar Rp8,9 juta) itu disebut merupakan versi modifikasi dari HTC U24 Pro, pomsel Android yang telah dirilis perusahaan Taiwan HTC pada 2024, dikutip Jumat (19/6/2026).
Saat pertama kali diperkenalkan di Trump Tower oleh Donald Trump Jr. dan Eric Trump, T1 dipromosikan sebagai ponsel berwarna emas yang akan diproduksi di AS. Namun, berdasarkan pengujian dan pembongkaran perangkat oleh iFixit, perangkat yang dipasarkan saat ini memiliki kemiripan hampir identik dengan HTC U24 Pro.
T1 bukanlah perangkat yang buruk dari sisi spesifikasi. Smartphone tersebut ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3, dipadukan RAM 12GB dan penyimpanan internal 512GB. Ponsel ini juga masih menyediakan slot microSD dan jack audio 3,5 mm yang kini mulai jarang ditemukan pada ponsel modern.
T1 dibekali layar OLED melengkung berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz. Meski menawarkan tampilan yang tajam dan responsif, tingkat kecerahan layar disebut masih tertinggal dibandingkan perangkat sekelas dari Google, Samsung maupun Nothing.
T1 menjalankan Android 15 dengan sedikit modifikasi. Selain animasi startup Trump Mobile, perangkat sudah dilengkapi aplikasi media sosial Truth Social milik Presiden Donald Trump. Namun, dukungan pembaruan perangkat lunak menjadi salah satu kekhawatiran utama.
Bloomberg mencatat perangkat tersebut masih menggunakan patch keamanan Android Februari 2026. Sementara sebagian besar kompetitor telah beralih ke Android 16 dan Android 17 mulai digulirkan ke sejumlah perangkat.
Hingga kini belum ada kejelasan mengenai komitmen Trump Mobile dalam menyediakan pembaruan keamanan maupun sistem operasi jangka panjang.
Smartphone T1 mengusung konfigurasi tiga kamera belakang yang terdiri dari sensor utama 50MP, telefoto 50MP, dan ultrawide 8MP. Meski mampu menghasilkan foto yang cukup baik di kondisi cahaya terang, performanya menurun ketika digunakan di dalam ruangan atau kondisi minim cahaya.
Sorotan mengarah pada shutter lag yang cukup terasa sehingga dapat menyebabkan hasil foto buram jika pengguna tidak menjaga perangkat tetap stabil saat memotret. Pemrosesan gambar yang digunakan pun dinilai tertinggal dibandingkan teknologi fotografi komputasional yang kini menjadi andalan banyak produsen smartphone.
Selain menjual perangkat T1, Trump Mobile juga menawarkan layanan seluler melalui skema Mobile Virtual Network Operator (MVNO). Layanan ini berjalan di atas jaringan T-Mobile melalui Liberty Mobile Wireless.
Trump Mobile mematok biaya langganan sebesar US$47,45 per bulan, angka yang merujuk pada posisi Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 dan ke-47. Namun, tarif tersebut dinilai kurang kompetitif dibandingkan sejumlah operator virtual lain seperti Visible, Google Fi, Mint Mobile, dan US Mobile yang menawarkan paket serupa dengan harga lebih rendah.
Walau menyediakan sejumlah fitur tambahan seperti layanan telehealth dan bantuan darurat di jalan, layanan Trump Mobile masih kalah dari pesaing yang telah memiliki aplikasi pelanggan lengkap, program promosi rutin, serta dukungan layanan yang lebih matang.
Lebih lanjut, Trump Mobile dalam keterangan resminya tidak memiliki afiliasi langsung dengan Trump Organization. Meski Donald Trump Jr. dan Eric Trump tampil saat peluncuran produk, keterlibatan keduanya tampaknya hanya sebatas promosi awal.
























