Logo Bloomberg Technoz

Pemblokiran Telegram di India Berbuntut Panjang

Merinda Faradianti
19 June 2026 13:47

Terdapat larangan penggunaan Telegram di India. Efeknya terjadi lonjakan VPN, juga adanya migrasi ke aplikasi pesan lain (Diolah)
Terdapat larangan penggunaan Telegram di India. Efeknya terjadi lonjakan VPN, juga adanya migrasi ke aplikasi pesan lain (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan pemerintah India memblokir sementara Telegram selama sepekan memicu lonjakan besar penggunaan layanan VPN dan aplikasi pesan alternatif di negara tersebut.

Data perusahaan intelijen aplikasi Appfigures menunjukkan unduhan aplikasi VPN utama di India melonjak 49% pada hari pengumuman pembatasan, dari rata-rata harian 139.000 menjadi 208.000 unduhan.

Proton VPN dan Turbo VPN menjadi dua layanan yang mencatat kenaikan terbesar, dengan unduhan Proton VPN di App Store melonjak 113% dan Turbo VPN naik 85%, dikutip TechCrunch, Jumat (19/6/2026).

Selain VPN, pengguna juga mulai beralih ke aplikasi pesan lain. Unduhan Signal di India meningkat 72% di App Store dan melonjak 322% di Google Play. Viber juga mencatat kenaikan unduhan sebesar 216%.

Peningkatan paling tajam terjadi pada iMe, aplikasi perpesanan yang terhubung dengan ekosistem Telegram. Unduhannya di Google Play melonjak dari rata-rata sekitar 827 per hari menjadi lebih dari 50.900 unduhan pada 16 Juni.

Pembatasan Telegram diberlakukan hingga 22 Juni setelah pemerintah India mengkhawatirkan platform tersebut digunakan untuk menyebarkan soal ujian palsu dan melakukan penipuan terkait ujian masuk nasional NEET, salah satu ujian terbesar di negara itu.

Meski diblokir, penggunaan Telegram justru tidak langsung menurun. Data Sensor Tower menunjukkan jumlah pengguna aktif harian Telegram di India naik 17% pada hari pengumuman pembatasan. Kenaikan tersebut menjadi lonjakan penggunaan harian terbesar Telegram di India sejak gangguan layanan Meta pada 2021.

Telegram telah menggugat keputusan tersebut ke Pengadilan Tinggi Delhi. Perusahaan berargumen pemerintah seharusnya hanya menindak konten atau saluran yang bermasalah, bukan memblokir seluruh platform yang diklaim memiliki lebih dari 150 juta pengguna di India.