Selama konflik, pengiriman energi awalnya hampir terhenti total — dengan selat tersebut dikenai blokade ganda oleh Teheran dan Washington — tetapi sekarang mulai pulih seiring kapal-kapal mulai beroperasi.
Impor minyak mentah Timur Tengah ke India, yang sebagian besar diperoleh melalui kontrak jangka panjang, turun pada kuartal II-2026 ke level terendah sejak setidaknya tahun 2013, menurut data yang dikumpulkan oleh Kpler.
Penurunan ini terjadi karena kilang milik negara mengambil lebih banyak kargo spot dari pemasok alternatif termasuk Rusia dan Amerika Selatan untuk menutupi kekurangan pasokan minyak dari Teluk Persia.
Pemerintah pusat di New Delhi belum memutuskan kapan kapal dapat kembali dengan aman untuk memuat kargo di wilayah tersebut, kata sumber tersebut.
Kilang milik negara di negara Asia Selatan ini biasanya membeli minyak mentah Timur Tengah berdasarkan basis pemuatan, yang mengharuskan pembeli untuk mengatur pengiriman.
Kilang juga bersiap menghadapi tarif pengiriman yang lebih tinggi karena pembeli global bergegas untuk mengamankan kapal tanker karena ketidakpastian tentang keberlanjutan perjanjian gencatan senjata.
Hal itu membuat kargo dengan harga murah dari pemasok seperti Rusia — yang dibeli berdasarkan basis pengiriman — menjadi lebih menarik.
Meskipun pengecualian AS untuk minyak mentah Rusia berakhir pada hari Kamis, kilang India kemungkinan akan terus mengambil minyak mentah dari negara tersebut karena industri ini sebagian besar telah menemukan solusi alternatif, kata sumber tersebut.
Muatan minyak Moskwa tetap murah, dengan diskon US$1 hingga US$2 per barel dibandingkan dengan Dated Brent, kata mereka.
Diskon tersebut mungkin akan makin melebar seiring dengan membaiknya ketersediaan pasokan, tambah sumber tersebut.
Indian Oil Corp. baru-baru ini mengeluarkan tender untuk menyewa kapal pengangkut gas berukuran sangat besar, kapal tanker Suezmax, dan kapal pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar untuk mengangkut gas minyak cair (LPG) dan minyak mentah dari pelabuhan di belakang Selat Hormuz, kata sumber tersebut.
Perusahaan penyulingan milik negara yang berbasis di New Delhi tersebut telah menguji pasar untuk ketersediaan kapal, dan tender tersebut tidak perlu diartikan sebagai sinyal dimulainya kembali impor dari wilayah tersebut dalam waktu dekat, kata mereka.
Adnoc menolak berkomentar. Secara terpisah, kementerian perminyakan dan perkapalan India, serta Indian Oil, tidak segera menanggapi email yang meminta komentar.
(bbn)


























