Besarnya dukungan terhadap sektor pertanian mencerminkan peran aktif BRI dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Pembiayaan yang diberikan diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas, memperluas kapasitas usaha, serta memperkuat rantai pasok pangan di berbagai daerah.
Fokus pada Sektor Produktif dan Ketahanan Pangan
Penyaluran KUR yang diarahkan ke sektor produktif dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan akses pembiayaan yang lebih luas, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
BRI juga menilai bahwa fokus pada sektor produktif sejalan dengan berbagai agenda pembangunan pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan, pengembangan kewirausahaan, dan pemerataan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
Dalam keterangannya, Akhmad Purwakajaya menegaskan pentingnya peran KUR dalam membangun fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.
“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif, khususnya pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Melalui akses pembiayaan yang semakin inklusif dan tepat sasaran, UMKM dan pelaku usaha dapat tumbuh lebih kuat, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” ujar Akhmad.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa KUR tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pembiayaan usaha, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat. Dengan pembiayaan yang tepat sasaran, pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Keberadaan KUR juga menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas inklusi keuangan. Melalui program ini, masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan dapat memperoleh dukungan modal untuk mengembangkan usaha mereka.
Dampak positif program KUR terlihat dari semakin banyaknya pelaku UMKM yang mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan ekonomi. Akses permodalan yang lebih mudah memungkinkan usaha kecil untuk meningkatkan skala bisnis sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Secara kumulatif sejak tahun 2015 hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.520 triliun kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi BRI dalam menjalankan perannya sebagai lembaga keuangan yang fokus pada pemberdayaan UMKM.
Dengan penyaluran yang terus meningkat dari tahun ke tahun, BRI berharap program KUR dapat terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan dinilai akan memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Melalui komitmen tersebut, BRI terus mengambil peran penting dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat, mendorong produktivitas sektor usaha, serta mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
(tim)





























