Lewat safari itu, Danantara berhasil mengunci obligasi global perdana mencapai US$1,5 miliar.
Surat utang itu terdiri dari dua seri, masing-masing US$750 juta untuk tenor lima tahun dengan tingkat imbal hasil 5,35% dan US$750 juta untuk tenor 10 tahun dengan tingkat imbal hasil 5,95%.
Untuk tenor lima tahun, spread berada pada level 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi pemerintah, sedangkan tenor 10 tahun berada di level 34 basis poin.
“Pada saat mereka melihat yang dilakukan dalam hal ini Danantara dan kebijakannya ini membalikan momentum persepsi yang ada,” kata Danantara.
Adapun, investor yang berpartisipasi dalam global bond Danantara itu berasal dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.
Untuk tenor lima tahun, investor dari Eropa dan Timur Tengah mendominasi dengan porsi 41%, disusul Amerika Serikat 38% dan Asia 21%.
Sementara pada tenor 10 tahun, investor asal Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar dengan porsi 52%, diikuti Eropa dan Timur Tengah sebesar 31%, serta Asia 17%.
IHSG Menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (15/6/2026) dengan menguat di zona optimistis dengan melesat 4,12% di posisi 6.254. IHSG juga berhasil menyentuh level tertinggi 6.345 siang hari tadi.
Volume transaksi tercatat menyentuh 54,61 miliar saham, dengan nilai jual–beli mencapai Rp30,14 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 3,25 juta kali diperjualbelikan.
Adapun 603 saham mengalami penguatan terbaiknya, dan ada 125 saham melemah. Sedang 90 saham tidak bergerak. IHSG menjadi yang teratas dan juara empat di Bursa Asia.
Saham–saham barang baku, saham keuangan, dan saham perindustrian mencatatkan penguatan paling impresif, dengan masing–masing melesat mencapai 7,26%, 5,24% dan 4,51%.
Sementara itu, rupiah membuka perdagangan di luar negeri dengan stagan di level Rp17.712/US$ pada pagi ini, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar menjelang keputusan bank sentral global pekan ini.
Stabilnya nilai tukar rupiah terjadi kala harga minyak naik tipis 0,5% ke US$83,59 per barel pada sesi perdagangan Selasa (16/6/2026) pukul 07:45 WIB, setelah sempat mengalami tekanan hebat akibat meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Pelaku pasar menyambut positif langkah pemerintah yang akan melakukan penyesuaian terhadap anggaran pada program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Komunikasi pemerintah yang menyatakan adanya penyesuaian anggaran mulai dibaca oleh pelaku pasar sebagai sinyal bahwa disiplin fiskal menjadi pertimbangan.
(naw)































