Sejumlah saham emiten emas yang menempati jajaran top gainers:
- Bumi Resources Minerals (BRMS) menguat 24,52% di posisi Rp660
- Archi Indonesia (ARCI) menguat 16,92% di posisi Rp1.140
- Hartadinata Abadi (HRTA) menguat 11,28% di posisi Rp2.170
- Aneka Tambang (ANTM) menguat 9,82% di posisi Rp3.130
- Indika Energy (INDY) menguat 4,86% di posisi Rp2.370
- United Tractors (UNTR) menguat 1,11% di posisi Rp22.750
- Merdeka Gold Resources (EMAS) menguat 0,35% di posisi Rp7.000
Daftar saham LQ45 yang menguat:
- Sarana Menara Nusantara (TOWR) menguat 13,3% di posisi Rp390
- Darma Henwa (DEWA) menguat 12,1% di posisi Rp370
- Bumi Resources (BUMI) menguat 10,1% di posisi Rp173
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menguat 9,57% di posisi Rp3.780
- Merdeka Copper Gold (MDKA) menguat 7,87% di posisi Rp2.740
Kesepakatan Damai AS–Iran Dorong Harga Emas
Siang hari ini di pasar spot, harga emas tembus US$4.338/troy ons. Melesat 6,53% point–to–point.
Harga emas melejit seiring dengan euforia damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Bloomberg News mengabarkan, mengutip sejumlah pejabat senior, kedua negara akan meneken perjanjian perdamaian secara resmi di Swiss pada 19 Juni.
Melalui unggahannya di media sosial, Presiden AS Donald Trump menyatakan “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung,”
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi kesepakatan yang telah tercapai.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan dirinya “tentu saja,” berencana menghadiri upacara tersebut, dan membuka kemungkinan Trump juga akan ikut hadir.
Kesepakatan damai interim ini akan memperpanjang masa gencatan senjata selama dua bulan dan negosiasi lanjutan seputar program nuklir Iran. Termasuk pula membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz, dan AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Harapan menuju perdamaian di Timur Tengah merontokkan harga minyak. Siang hari ini, harga minyak jenis Brent jatuh 11% point–to–point menyentuh posisi US$82,8/barel, berdasarkan data Bloomberg.
Apabila harga minyak lebih terkendali, maka ancaman inflasi tinggi bisa dihindari. Dengan begitu, Bank Sentral di berbagai negara punya ruang untuk tidak menaikkan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non–yielding asset). Memegang emas menjadi tidak menguntungkan saat suku bunga tinggi.
(fad/naw)




























