Logo Bloomberg Technoz

Namun, tidak semuanya dipenuhi suasana positif. Terdapat banyak kursi kosong saat Qatar bermain imbang melawan Swiss, memperkuat kekhawatiran bahwa harga tiket yang mahal telah menekan permintaan. Seiring berlangsungnya pertandingan, semakin banyak ruang kosong terlihat di tribun.

Di Guadalajara, tempat Korea Selatan mengalahkan Republik Ceko, terdapat sejumlah besar kursi kosong di area perhotelan (hospitality), menambah tanda-tanda bahwa tingginya harga tiket mungkin memengaruhi tingkat kehadiran penonton.

Potret pendukung setiap negara memenuhi stadion penyelenggara Piala Dunia 2026 di AS. (Bloomberg)

Ancaman penegakan hukum imigrasi yang agresif oleh pejabat AS membayangi penyelenggaraan Piala Dunia. Maria Price mengibarkan bendera besar Meksiko dalam acara nonton bareng pada Kamis di pusat kota Los Angeles. 

Price, yang lahir di Meksiko dan kini menjadi warga negara AS, mengatakan jumlah peserta yang hadir relatif sedikit karena banyak warga keturunan Meksiko di wilayah tersebut masih hidup dalam ketakutan sejak tindakan keras terhadap imigran yang dilakukan pemerintahan Trump tahun lalu, ketika pemerintah mengerahkan agen federal yang didukung ribuan tentara AS ke kota itu.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, tempat ini pasti penuh sesak,” kata Price. 

“Orang-orang takut untuk keluar.”

Lebih Banyak Tim, Lebih Banyak Suporter

Untuk Piala Dunia kali ini, penyelenggara turnamen FIFA memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim dari sebelumnya 32 tim, sehingga menambah 40 pertandingan. Para pengkritik menilai langkah tersebut menurunkan kualitas persaingan dan menjadi contoh lain dari dorongan FIFA untuk meningkatkan pendapatan dengan segala cara.

Namun, perubahan itu sangat berarti bagi para pendukung tim nasional yang telah absen dari beberapa edisi Piala Dunia secara beruntun.

I Love Paraguay, salah satu dari sedikit restoran di New York yang menyajikan masakan khas negara kecil di Amerika Selatan tersebut, telah menjadi tempat berkumpulnya komunitas diaspora Paraguay. Saat pertandingan melawan Amerika Serikat pada Jumat malam, para suporter memenuhi meja-meja restoran dan bahkan duduk di lantai untuk menyaksikan laga Piala Dunia pertama tim nasional mereka dalam 16 tahun terakhir.

“Saya merinding hanya karena berada di sini,” kata Mirian Cáceres, 60 tahun, yang terbang ke New York dari rumahnya di Asunción, ibu kota Paraguay, untuk menghabiskan tiga minggu mengunjungi saudara perempuannya dan menonton pertandingan. Ia tidak berencana menyaksikan laga secara langsung di stadion karena hanya ingin berada dekat dengan kemeriahan turnamen. 

“Saya datang untuk melihatnya dari dekat.”

Pemain Timnas AS saat melawan Paraguay. (Bloomberg)

Penantian panjang Haiti untuk tampil kembali di Piala Dunia akhirnya terwujud, setelah pertama kali ikut serta pada tahun 1974. 

Tim tersebut berhasil lolos meskipun menghadapi berbagai hambatan besar, sementara negara mereka masih dilanda disfungsi pemerintahan dan kekerasan. Haiti juga belum memainkan pertandingan kandang sejak 2021, dan tim nasionalnya jarang berlatih bersama.

Di sebuah kawasan Brooklyn yang dikenal sebagai Little Haiti, para penggemar memenuhi restoran dan bar untuk menyaksikan kekalahan 1-0 tim mereka dari Skotlandia, yang juga baru kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak 1998. Di BunNan, para pelayan mengantarkan hidangan pisang raja manis dan ayam jerk kepada pelanggan yang memadati restoran.

“Sebagai restoran, kami memang tempat makan, tetapi kami juga merupakan pusat komunitas,” kata pemilik BunNan, Nadege Fleurimond. “Semuanya tentang budaya dan orang-orangnya, jadi sudah jelas bagi kami untuk mengadakan acara nonton bareng.”

Perjalanan ke New Jersey

Bagaimana transportasi menuju lokasi pertandingan akan berjalan menjadi salah satu sorotan utama menjelang Piala Dunia. Seorang reporter Bloomberg melakukan perjalanan dengan kereta dari Manhattan menuju Stadion MetLife di New Jersey untuk menyaksikan hasil imbang Brasil melawan Maroko tanpa mengalami kendala apa pun — meskipun biaya perjalanan tersebut mencapai US$98.

Ayoob Musanovic, lulusan baru Western Connecticut University sekaligus pendukung Maroko, mengatakan perjalanannya menuju stadion berjalan lancar. Ia menaiki kereta Amtrak menuju Manhattan, lalu melanjutkan perjalanan dengan layanan shuttle seharga US$20 ke stadion. Namun, ia mengeluhkan harga tiket pertandingan yang mencapai US$1.700.

“Inilah realitas kapitalisme,” kata Musanovic. 

“Tapi kami tetap ada di sini. Kami akan tetap mendukung negara kami.”

Harga tiket yang sangat mahal untuk Piala Dunia kali ini memunculkan keraguan mengenai seberapa penuh stadion akan terisi pada fase grup. Para pengkritik menilai FIFA menetapkan harga tiket awal terlalu tinggi, yang kemudian mendorong harga semakin melonjak di platform penjualan kembali (resale).

Potret pendukung setiap negara memenuhi stadion penyelenggara Piala Dunia 2026 di AS. (Bloomberg)

Banyak penggemar ikut mengkritik harga tiket yang tinggi, tetapi pada akhirnya tetap bersedia merogoh kocek karena pengalaman tersebut sangat berarti bagi mereka.

Hyunki Jo, 26 tahun, menghabiskan sekitar US$5.000 untuk perjalanannya ke Meksiko demi menyaksikan Korea Selatan bermain. Mengenakan jersey merah tim nasionalnya dan mengibarkan bendera negaranya, ia tertawa dan berfoto bersama para pendukung Meksiko. Kedua negara memiliki ikatan yang tidak biasa yang berawal pada Piala Dunia 2018, ketika Korea Selatan secara mengejutkan mengalahkan Jerman dan membantu Meksiko lolos ke babak gugur.

“Pada akhirnya, saya tidak merasa itu terlalu mahal,” katanya. “Saya benar-benar ingin datang ke sini dan merasakan langsung atmosfer Piala Dunia.”

Di Toronto pada Jumat, Joshua Mathias dan Binoy Dalmeida datang langsung dari tempat kerja menuju BMO Field. Namun, mereka tidak membeli tiket karena harganya terlalu mahal. Kedua sahabat yang tumbuh besar di India itu memilih berkumpul di area teduh di luar stadion dan menonton pertandingan Kanada melalui ponsel sambil mengenakan atribut berwarna merah dan putih, warna khas negara tuan rumah.

“Kami berpikir setidaknya kami bisa datang ke luar stadion dan merasakan aura menyaksikan pertandingan Piala Dunia,” kata Dalmeida.

(bbn)

No more pages