Kendati demikian, laba bruto itu tergerus relatif besar dari akun beban penjualan, beban keuangan, beban umum dan administrasi yang mencapai Rp240,23 miliar.
Di sisi lain, JELI mencatat total liabilitas sampai akhir 2025 sebesar Rp406,59 miliar, berasal dari liabilitas jangka pendek Rp323,886 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp82,7 miliar.
Sementara itu, jumlat aset JELI mencapai Rp552,11 miliar sampai akhir 2025, berasal dari aset lancar sekitar Rp369,25 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp182,85 miliar.
Adapun, total ekuitas sampai akhir 2025 mencapai Rp145,52 miliar, naik 22,78% dibanding posisi ekuitas tahun sebelumnya sebesar Rp118,51 miliar.
Sebagai informasi, Niramas Utama tengah bersiap melaksanakan IPO dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran sebesar Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar maksimal sekitar Rp392 miliar dari aksi korporasi tersebut.
Sekitar 51,04% dana IPO akan digunakan untuk penyertaan modal kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). Dana itu akan digunakan untuk pembelian serta instalasi mesin produksi untuk mengerek kapasitas produksi gummy candy dan jelly.
Sementara itu, 18,36% dana akan digunakan untuk pembelian mesin, peralatan produksi, serta fasilitas pendukung yang bertujuan meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan efisiensi proses logistik.
Adapun, sekitar 10,63% akan dialokasikan untuk membayar sebagian pokok pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dengan target menurunkan saldo pinjaman ke level Rp54 miliar dari sebelumnya sebesar Rp94 miliar.
Sisanya sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk pembelian bahan baku, biaya operasional dan aktivitas pemasaran.
JELI akan memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding pada 15 Juni-22 Juni 2026 dengan masa penawaran umum ditenggat pada 1-3 Juli 2026. Adapun, pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 7 Juli 2026.
(naw)






























