Kementerian Luar Negeri India memanggil diplomat tertinggi AS di New Delhi, Kuasa Usaha Jason Meeks, ke kantornya pada Rabu untuk menyampaikan keberatan atas insiden tersebut, menurut sejumlah pejabat yang mengetahui masalah itu dan meminta identitas mereka dirahasiakan karena pembahasan bersifat tertutup. Dalam pertemuan tersebut, India kembali menegaskan posisinya bahwa konflik yang sedang berlangsung harus segera dihentikan.
Serangan terbaru ini menambah kekhawatiran mengenai keselamatan kapal-kapal komersial di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Iran akan “membayar harga” atas penundaan negosiasi mengenai kesepakatan damai sementara.
Sejak pertengahan April, AS memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan meninggalkan pelabuhan Iran sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk menekan Teheran agar mengakhiri pembatasannya di Selat Hormuz. Awal pekan ini, pasukan AS juga menembaki Marivex, kapal tanker kosong yang diduga terlibat dalam perdagangan minyak Iran. Seluruh 24 awak kapal berkewarganegaraan India yang berada di atas kapal tersebut berhasil diselamatkan.
Sejauh ini, pasukan AS telah melumpuhkan delapan kapal yang dianggap tidak mematuhi perintah serta mengalihkan jalur pelayaran 134 kapal lainnya, menurut CENTCOM.
Serangan terhadap Settebello menuai kecaman dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada Rabu. “Ini sama sekali tidak dapat diterima,” kata Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez dalam sebuah pernyataan. “Perlindungan terhadap para pelaut merupakan tanggung jawab bersama yang harus tetap menjadi prioritas utama.”
Settebello merupakan kapal tanker produk minyak berkapasitas menengah yang umumnya digunakan untuk mengangkut produk minyak olahan. Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa kapal tersebut dalam kondisi kosong saat serangan terjadi.
“Rangkaian insiden serangan terhadap kapal-kapal di kawasan ini sangat mengkhawatirkan dan merupakan konsekuensi langsung dari konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri India pada Rabu setelah serangan terbaru. “Penargetan terhadap pelayaran komersial dan infrastruktur sipil di kawasan ini harus segera dihentikan.”
(bbn)





























