Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham keuangan, saham properti, dan saham teknologi jadi yang tertinggi kenaikannya pada pagi hari ini, menguat mencapai 1,74%, 1,6%, dan 1,4% masing–masing. Disusul oleh saham infrastruktur yang meningkat 0,96%.

Belakangan, Dasco mendorong BPI Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen hingga pengelola dana pensiun BUMN untuk membeli kembali atau buyback saham.

Dasco beralasan sebagian besar saham dengan fundamental kuat mengalami koreksi harga yang signifikan lantaran tekanan pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak tahun lalu.

“Kemarin dalam keadaan pasar harga sedang turun, ya tentunya kemudian misalnya BUMN atau Himbara itu kemudian buyback kembali,” kata Dasco.

IHSG telah melorot 32,2% ke level 5.876 sejak awal tahun. Indeks komposit ditekan posisi jual bersih investor asing yang besar sepanjang tahun ini.

Mengutip penutupan perdagangan kemarin, posisi jual bersih investor asing sebesar Rp2,93 triliun di pasar reguler. Adapun, sejak awal tahun posisi jual investor asing telah mencapai Rp78,32 triliun.

Cerminan Rupiah

Rupiah membuka perdagangan Kamis (11/6/2026) dengan melanjutkan penguatannya, memperpanjang tren positif yang telah berlangsung dua hari beruntun.

Jika kembali finis di jalur hijau pada perdagangan hari ini, maka mata uang Tanah Air resmi terapresiasi tiga hari berturut-turut.

Rupiah sempat terapresiasi 0,03% ke Rp17.948/US$ pada sesi pembukaan perdagangan, di tengah gejolak geopolitik yang masih terjadi antara Amerika Serikat (AS), Iran dan Israel. Sebelum akhirnya kembali melemah 0,09% ke Rp17.970/US$.

Analisis Teknikal Rupiah Kamis 11 Juni 2026 (Sumber: Bloomberg)

Penguatan rupiah yang berlangsung kemarin ditopang oleh kebangkitan aset-aset Indonesia, setelah otoritas moneter kembali menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) ke 5,5%. 

Di samping itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dikabarkan telah memimpin konferensi dengan investor dari AS dan Eropa pada Selasa malam untuk menjelaskan keputusan kenaikan suku bunga mendadak yang dilakukan BI. Pada Rabu pagi, ia kembali menggelar pertemuan serupa dengan investor di kawasan Asia. 

Di saat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga meyakinkan pasar dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bahwa pemerintah tetap akan menjaga batas defisit anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. 

Kepala Strategi Makro Asia di Sumitomo Mitsui Banking Corp, Jeff Ng, mengatakan langkah-langkah yang diambil pemerintah merupakan awal yang baik. Meski begitu, dia menilai memulihkan kepercayaan pasar membutuhkan waktu. 

"Kami mulai melihat tanda-tanda awal stabilisasi, tetapi kondisinya masih rapuh," kata Jeff Ng," seperti dikutip Bloomberg News. 

(naw)

No more pages