Logo Bloomberg Technoz

Sementara dari sisi keuangan, manajemen menilai aksi korporasi ini tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun kemampuan perseroan untuk menjalankan ekspansi. Astra menilai posisi permodalan dan arus kas saat ini cukup kuat untuk mendukung buyback sekaligus membiayai kebutuhan bisnis.

"Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan,” lanjut manajemen ASII.

Berdasarkan simulasi menggunakan laporan keuangan per 31 Maret 2026, apabila seluruh anggaran Rp8 triliun digunakan untuk buyback, total aset perseroan diperkirakan turun menjadi Rp509,8 triliun dari sebelumnya Rp517,8 triliun. Sementara itu, total ekuitas berkurang menjadi Rp285,1 triliun dari Rp293,1 triliun.

Meski demikian, laba per saham atau earnings per share (EPS) justru diproyeksikan meningkat menjadi Rp149 per saham dari sebelumnya Rp146 per saham. Perseroan menyebut proforma tersebut menunjukkan buyback tidak menimbulkan perubahan signifikan terhadap indikator keuangan perseroan.

(dhf)

No more pages