Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG tak lepas dari kenaikan saham bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), terutama saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Saham BBRI berhasil ditutup menguat 90 poin (3,22%) ke Rp2.880/saham dengan 704 juta saham ditransaksikan senilai Rp2 triliun. Sementara saham BMRI melesat 170 poin (4,15%) ke posisi Rp4.260/saham dengan 359 juta saham diperjualbelikansenilai Rp1,5 triliun.
Berikut 10 saham teratas lainnya yang mendorong IHSG ke zona hijau, berdasarkan data Bloomberg:
- Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 47,09 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 19,94 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 14,19 poin
- Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 13,37 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 10,19 poin
- Capital Financial Indonesia (CASA) menyumbang 7,92 poin
- DCI Indonesia (DCII) menyumbang 6,62 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 5,86 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 5,65 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 4,82 poin
Mengutip Phintraco Sekuritas dalam catatannya siang hari ini, rebound IHSG berlanjut didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar rupiah. Di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,6% di Rp17.953/US$.
Secara teknikal, IHSG bertahan di atas MA–5 dan ditutup di level MA–10. Stochastic RSI berlanjut menguat di area pivot. Penyempitan histogram MACD berlanjut dan berpotensi membentuk golden cross.
“Diperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis di 6.000,” sebut riset Panin Sekuritas.
(fad/aji)































