Tercatat ada penguatan di 543 saham, dan sebanyak 151 saham terjadi pelemahan. Sedangkan 118 saham yang stagnan.
Sejumlah saham menjadi pendorong kenaikan IHSG pada perdagangan Sesi I siang hari ini. Saham-saham teknologi, saham keuangan, dan saham transportasi mencatatkan kenaikan tinggi, dengan masing–masing menguat 4,29%, 3,33% dan 3,18%. Sedang, saham-saham properti menguat 2,64% point–to–point.
Sejumlah saham-saham keuangan yang menjadi pendorong kenaikan IHSG paling potensial berdasarkan data Bloomberg adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang melesat hingga 7,65%, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak 5,84%, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang menguat 3,83%.
Selain itu, penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melejit 2,15%. Adapun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terangkat 1,96%.
Adapun bursa saham Asia siang hari ini justru melemah. KOSPI (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), NIKKEI 225 (Tokyo), KOSDAQ (Korea Selatan), Topix (Jepang), CSI 300 (China), Straits Times (Singapura), Hang Seng (Hong Kong), SETI (Thailand), Shanghai Composite (China), dan PSEi (Filipina) menempati zona merah pada siang hari ini.
Saham-saham perbankan menguat sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%. Dalam keterangannya, BI menyebutkan kenaikan suku bunga tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gejolak global serta menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.
BI menyatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendukung masuknya aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.
Selain menaikkan BI Rate, Bank Sentral Indonesia turut memperkuat operasi moneter dan meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di seluruh tenor.
Mengutip paparan Panin Sekuritas, kenaikan BI Rate tersebut mendorong ekspektasi lebih stabilnya nilai tukar rupiah.
“Serta kami menilai bahwa BI Rate berpotensi akan kembali dinaikkan pada RDG Bulanan 17-18 Juni 2026 sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” terang Panin Sekuritas dalam catatan terbarunya.
(fad)



























