WIB
Gerhana Sebagian Dimulai
15:34 UTC
22:34 WIB
Gerhana Total Dimulai
16:58 UTC
23:58 WIB
Puncak Gerhana
17:46 UTC
00:46 WIB (13 Agustus)
Gerhana Berakhir
19:57 UTC
02:57 WIB (13 Agustus)
Secara keseluruhan, peristiwa gerhana berlangsung sekitar 4 jam 24 menit, mulai dari fase gerhana sebagian hingga berakhir sepenuhnya. Namun fase totalitas, ketika Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan, hanya berlangsung beberapa menit di wilayah yang berada tepat pada jalur gerhana.
Tidak Bisa Diamati dari Indonesia
Masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung karena seluruh rangkaian gerhana berlangsung saat wilayah Indonesia berada dalam kondisi malam hari.
Meski demikian, fenomena tersebut tetap menjadi perhatian dunia astronomi karena cakupan wilayah pengamatannya yang luas serta statusnya sebagai Gerhana Matahari Total pertama yang terlihat dari sebagian besar wilayah Eropa dalam lebih dari dua dekade terakhir.
Mengapa Langit Bisa Menjadi Gelap?
Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga piringan Matahari tertutup sepenuhnya dari pandangan pengamat di Bumi.
Saat fase totalitas berlangsung, langit siang akan berubah menjadi gelap menyerupai suasana senja atau fajar. Pada momen tersebut, korona Matahari atau lapisan atmosfer terluar Matahari yang biasanya tidak terlihat dapat diamati secara langsung.
Selain perubahan cahaya, sejumlah fenomena lain juga dapat terjadi, antara lain:
-
Penurunan suhu udara sementara.
-
Munculnya bintang atau planet terang di langit siang.
-
Perubahan perilaku hewan yang mengira malam hari telah tiba.
-
Meningkatnya visibilitas korona Matahari.
Hanya Terlihat di Jalur Totalitas
Tidak semua wilayah yang terkena gerhana dapat melihat fase total secara penuh.
Pengamat yang berada di jalur umbra atau bayangan inti Bulan akan menyaksikan Gerhana Matahari Total. Sementara wilayah di luar jalur tersebut hanya dapat melihat Gerhana Matahari Sebagian, di mana sebagian piringan Matahari masih terlihat.
Peringatan untuk Pengamatan Gerhana
Lembaga antariksa dan komunitas astronomi mengingatkan bahwa melihat Matahari secara langsung saat fase gerhana sebagian tanpa pelindung khusus dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.
Pengamatan gerhana hanya boleh dilakukan menggunakan kacamata gerhana bersertifikasi atau perangkat observasi yang dilengkapi filter Matahari khusus.
Meski menghadirkan perubahan visual yang dramatis di langit, Gerhana Matahari Total tidak menimbulkan dampak fisik berbahaya terhadap Bumi maupun aktivitas manusia sehari-hari.
(seo)




























