Konflik di Timur Tengah yang belum juga reda membuat pasar khawatir bahwa harga energi masih akan tinggi. Ini tentu membuat dunia dihantui ancaman inflasi.
Alhasil, akan sangat sulit bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan. Bahkan sejumlah negara sudah menempuh kenaikan suku bunga acuan, salah satunya Bank Indonesia (BI).
Padahal emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.
Harga emas sudah ambruk 19% sejak perang di Timur Tengah meletus. Bahkan kini harga sudah berada di bawah Moving Average (MA) 200, yang merupakan sinyal momentum jangka panjang. Aksi jual pun tidak bisa terhindarkan.
“Kekhawatiran terhadap inflasi, kenaikan suku bunga, dan penembusan di MA-200 menjadi sentimen negatif,” tegas Ryan McKay, Senior Commodity Strategist di TD Securities, seperti diberitakan Bloomberg News.
Citigroup Inc pun memangkas target harga emas. Dalam tiga bulan ke depan, harga diperkirakan mengarah ke US$ 4.000/troy ons.
“Dalam jangka panjang kami masih bullish terhadap emas. Namun kami meyakini bahwa dalam jangka pendek ada risiko yang ekstrem,” sebut catatan Citigroup.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Rabu (10/6/2026)? Apakah akan terjadi koreksi empat hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kian terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 30.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Bahkan RSI emas sudah menyentuh ambang batas jenuh jual (oversold).
Hawa oversold makin terasa dengan indikator Stochastic RSI 14 hari yang sudah menyentuh nol. Paling kecil, sudah sangat jenuh jual.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya punya peluang bangkit. Maklum, koreksi yang sudah cukup dalam akan melahirkan potensi technical rebound.
Cermati pivot point di US$ 4.314/troy ons. Dari sini, ada harapan harga emas menguji resisten US$ 4.336/troy ons yang menjadi MA-5.
Target resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.346-4.399/troy ons. Resisten terjauh ada di US$ 4.445/troy ons.
Namun andai harga emas turun lagi, maka US$ 4.230/troy ons rasanya akan menjadi target support terdekat. Jika tertembus, maka ada risiko untuk menguji level US$ 4.228-4.189/troy ons.
(aji)
























