Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan harga minyak membebani laju harga emas. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup naik 1,21% ke US$ 94,22/barel.

Saat harga energi masih tinggi, maka bank sentral di berbagai negara harus ‘berperang’ melawan inflasi. Akan sulit untuk menemukan celah melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.

Bahkan ada ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga acuan akan ditempuh untuk meredam ancaman inflasi. Termasuk oleh bank sentral paling berpengaruh di dunia, Federal Reserve dari Amerika Serikat (AS).

“Kalau kita hanya melihat di ruang hampa, maka suku bunga bisa saja naik sekarang. Sudah lima tahun inflasi tinggi dan bergerak ke arah yang salah,” tegas Collin Martin, Head of Fixed Income Research and Strategy di Schwab Center, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

(aji)

No more pages